Photobucket

Tuesday, February 6, 2007

Bingung Konsep Trinitas

Kisah Herman J, warga keturunan Tionghoa.

Keluarga saya memang beragama Budha, tapi papa menyekolahkan saya di sekolah Islam. Jadi, meski bukan Muslim, sejak kecil saya sudah mempelajari Islam. Praktek sholat saya ikuti, begitu juga dengan menghafal surat-surat pendek.

Hanya saja, saat itu hidayah belum datang. Ketika itu, yang saya ketahui tentang Islam hanya kulit luarnya, belum mengerti hakekat Islam seperti apa. Akhirnya lulus SD saya masuk Kristen, tapi hanya bertahan dua tahun. Dua tahun memeluk Kristen, bisa dibilang saya orang yang taat beribadah, tapi semakin dijalani saya merasa semakin meragukan agama tersebut. Hidup saya terasa hampa, karena walaupun rajin beribadah, saya sama sekali tidak memahami ajarannya. Masalah ketuhanan yang diajarkan kian membuat saya tidak mengerti. Konsep Trinitas (Bapa, Putera, dan Roh Kudus) membuat saya bingung. Tuhan yang mana yang seharusnya saya sembah ? Sementara dalam Islam jelas, Allah itu Esa. Nabi Muhammad yang begitu diagung-agungkan saja cuma Rasul, manuasia yang diutus oleh Allah.

Ketika melalui fase kehampaan dan keraguan luar biasa, saya coba membuka Al Quran dan membaca terjemahannya. Saat membacannya, saya merasakan sensasi luar biasa yang sulit dijelaskan. Isinya sarat dengan kebenaran, dikemas dengan bahasa yang begitu simpel, praktis, dan efektif. Saya yakin tidak ada manusia yang mampu membuatnya. Masalah penciptaan manusia dituturkan begitu jelas dan logis. Sulit menemukan cacat Al Quran. Saya mulai memahami bahwa dalam Islam, manusia tak hanya diciptakan tetapi juga diberi tuntunan untuk menjalani hidup, mengenai siapa diri kita, apa saja yang harus dilakukan dalam hidup. Bahkan hampir setiap aktivitas memiliki doa, seperti doa makan atau doa sebelum dan bangun tidur.

Dalam Kristen, doanya buatan manusia. Itu kelemahan yang bagi saya aneh. Hal-hal tersebut membuat saya semakin yakin bahwa saya ingin mati dalam keadaan Islam. Maka, sekitar tahun 80-an, saya secara resmi mengucapkan dua kalimat syahadat. Alhamdulillah, papa tidak mempermasalahkan keislaman saya, tapi mama memang agak menentang. Namun seiring berjalannya waktu, dia mulai melunak dan bersikap toleran pada saya. Tiap kali Ramadhan, dia yang membangunkan saya untuk sahur dan memasakkan makanan untuk sahur dan berbuka. Taka ada kendala berarti saat saya memutuskan memeluk Islam. Paling-paling dulu kendalanya soal babi, karena keluarga mengkonsumsi babi.

Kebanyakan orang Tionghoa, kalau menjadi muslim memang berat, tapi kalau menganut Kristen tidak apa-apa. Saya juga tidak tahu kenapa. Makanya, ketika teman-teman tahu saya menjadi muslim, mereka bilang saya pengkhianat. Saya cuek saja. Makanya setelah masuk Islam, saya jarang bergaul dengann mereka. Saya mengganti lingkungan pergaulan dengan lebih sering ke masjid dan bergaul dengan orang-orang di masjid. Di sana saya belajar shalat, tajwid, dan ibadah Islam lainnya. Alhamdulillah banyak yang membantu saya. Dulu, waktu saya sunat (saat SMP-red) pun ditanggung oleh seorang ustad yang aktif di masjid itu.

disalin dari : Majalah Alia, no. 08 Tahun IV, Februari 2007

Kunjungi juga :
1. http://media.isnet.org/antar/JuruSelamat/Trinitas.html
2. http://www.christiananswers.net/indonesian/q-eden/edn-t002i.html
3. http://menganalisiskristen.blogspot.com/2006/11/sejarah-doktrin-trinitas-bagian-i.html

11 comments:

Anonymous said...

bullshit!!! dalam alquran justru banyak kebohongan!!! satu dengan yang lain banyak kontranya ... c'mon, jangan sok menyombongkan agama sendiri dan menyudutkan agama orang lain padahal gak tau apa-apa ...

Anonymous said...

kasihan kamu ya??? sebelum kamu memilih jd islam hrs nya kamu mencari kebenaran dulu dr sumber yang terpercaya.ALLAH itu ESA satu...tapi punya 3 pribadi ; ALLAH = bapa PUTERA = allah dlm wujud manusia ROH KUDUS = firman itu sendiri,jadi ALAH PUTERA DAN ROH KUDUS adl satu,makanya belajar yang bener jadi biar gak malah sesat.al-quran itu banyak bohongnya,emangnya apa yang diajarkan alquaran?? membenci sesamamu?? membunuh untuk mendpatkan surga?? ato kawinlah sebanyak2nya entah itu janda atapun anak di bawah umur?? seperti yang di taladankan nabimu yang nge-fuck 23 perempuan?? itu yang resmi,yang gundik???walahualam

Lucky Herdito said...

udah...udah... jangan saling menghujat.... Kalau dia mendapat hidayah untuk jadi islam kenapa tidak? itu adalah hubungannya dia pribadi dengan tuhan. setidaknya dia dulu budha, sehingga tau apa itu darma.. dan juga dia itu pernah kristen, sehingga tau apa itu makna dari cinta kasih.

so, be tolerant guys....

Anonymous said...

Bagi teman kristen, saya cuma ingin mengajukan pertanyaan berikut:

JIka Trinitas itu adalah keesaan tuhan yg terdiri dari 3 pribadi, maka saat kapan Yesus berpribadi sebagai, manusia dan kapan sebagai tuhan.

Lalu saat mati di tiang salib, pribadi apa yg mati? Tolong jawaban bagi semua sarjana trinitas yg ada.

Anonymous said...

Gw jawab pertanyaan-nya.
Yesus adalah 100% manusia dan 100 % Allah (karena Yesus adalah Firman Allah/Sabda Allah/Kalimatullah, Firman Allah dan Allah sendiri tidak dapat terpisah), dan saat Yesus Berbicara kepada Manusia, Adalah Allah sendiri yang bersabda/berfirman. analogikan seperti ini. ada seorang Reporter Televisi (Allah) yang berbicara secara live kepada penontonnya, Si reporter televisi itu tentu akan muncul ditelevisi (televisinya adalah Yesus)...pada saat televisinya anda banting anda hancurkan si reporter televisi tidak akan terluka sedikitpun. begitupun Allah, saat Yesus digantung di tiang salib, Maut tidak pernah menghampiri Allah.
dan Allah tetap bertahta disurga.

Anonymous said...

Allah bagi umat Kristiani, adalah Allah yang Esa dalam tiga pribadi yang berbeda
Bapa : Allah Khalik/Pencipta Langit dan Bumi
Anak/Putera : 100% Allah dan 100% Manusia yang mempunyai tugas sebagai juru selamat/mesias bagi manusia, dengan mati di kayu salib untuk menebus dosa setiap manusia yang percaya dan mengaku dalam nama-nya
Roh Kudus : adalah Roh (Roh Allah/Yesus) yang dijanjikan Yesus setelah kenaikan-nya ke Surga..yang bertujuan untuk membimbing, menghibur, menolong para pengikutnya (pengikut Yesus)

Semua-nya adalah Allah yang satu dalam 3 pribadi.

Unknown said...

Wahai saudaraku sebangsa dan setanah air, kenapa kita harus saling menghujat, bukankah soal iman itu keyakinan yang tidak bisa diperdebatkan. Betapa bodoh kalau kita saling menghujat dan menilai konsep keimanan orang lain tanpa kita mengetahui dengan benar konsep masing-masing. Biarlah nanti kita bertemu di hari kebangkitan (bagi yang percaya lho) siapa yang benar diantara kita. Tugas kita hanya meng esakan dan menyembah tuhan (dengan konsep dan cara masing2) serta berbuat baik kepada sesama, apapun agamanya. Bukankah begitu saudaraku, saling caci itu hanya menunjukkan kebodohan kita masing-masing. APAPUN AGAMANYA TUHANNYA PASTI SAMA, BERAPAPUN AGAMANYA TUHANNYA PASTI HANYA SATU, TAK PERDULI DENGAN NAMA APA DIA DISEBUT DAN DENGAN CARA APA DIA DISEMBAH, DIALAH TUHAN YANG SEBENARNYA, SUMBER SEGALA SUMBER, YANG AWAL DAN YANG AKHIR, TUHAN SEGALA NABI, TUHAN SEGALA AGAMA

Anonymous said...

Saya seorang penganut Kristen, saya meyakini kebenaran iman saya. Tapi saya hanya manusia dan kita diajarkan untuk mengasihi sesama manusia. Mari hargai pilihan dan sikap yang berbeda, jangan menghakimi. Jalani masing-masing keyakinan dengan baik dan serius sambil menghormati yang lain. Jangan bersikap seolah menjadi "tuhan" kepada yang lain.

Anonymous said...

umat kristen membuat penalaran secara ilmiah dengan mencontohkan sifat air yang dapat berubah menjadi 3 bentuk yaitu uap, air dan es.

air memang mengalami perubahan bentuk, tapi perlu diingat bahwa ketiga bentuk perubahan itu mempunyai komponen penyusun yang sama yaitu H2O.
Kita liat sekarang konsep trinitas, tuhan ada dalam 3 bentuk bapa, putra dan roh kudus. apakah roh dan manusia itu komponennya sama? tidak bukan. Hal itu bertententangan sekali dengan konsep perubahan bentuk pada air.

pada injil lucas bab 24 ayat 36-39. Yesus menyuruh sahabatnya untuk memegang tangannya dan kemudian mereka memegangnya, untuk membuktikan apa? untuk membuktikan bahwa yesus manusia. yesus meminta sepotong daging lalu dia memakannya, untuk membuktikan apa? untuk membuktikan bahwa dia manusia. manusia butuh makan sedangkan roh tidak.

yesus tidak pernah menclaim dirinya adalah Tuhan dan sembahlah aku.
Yohanes bab 14 ayat 28 (bapaq lebih besar dari aq)
Yohanes bab 10 ayat 29 (bapaq lebih besar dari siapapun)
injil matthews bab 12 ayat 28(aku mengusir setan dengan kuasa roh Allah)
injil bab 5 ayat 30(aq tidak dapat berbuat apa2 dari diriq)

teman2 itu membuktikan apa? itu membuktikan bahwa yesus adalah muslim, dan alhamdulillah dia adalah salah satu utusan Alloh SWT dialah nabi Isa as.

konsep trinitas tidak ada dalam injil
dan dalam Al-Qur'an An Nisaa ayat 171 Alloh berfirman "janganlah kamu mengatakan Tuhan itu 3, berhentilah itu lebih baik bagimu".
Al Quran surat Al maidah ayat 73(sungguh kafir orang2 yang mengtakan Alloh adalah satu dari yang 3, padahal tidak ada Tuhan selain Tuhan yang Esa.)

Kesimpulan: konsep trinitas tidak pernah ada.

Anonymous said...

mampir di blog http://advertiseofhope.wordpress.com/
bisa diskusikan

Anonymous said...

ada apa denganmu, anonymous?diawal kau mengatakan bahwa kau menolak islam dengan segala hal yang ada padanya. Tapi komentarmu yang terakhir justru bertentangan dengan apa yang kamu sampaikan di awal.