Sunday, March 4, 2007

NLP dalam Islam

Apakah NLP itu ? Neuro Linguistic Program (NLP) merupakan suatu metodologi yang dikembangkan oleh John Grinder bersama Richard Bandler pada tahun 1970-an. Mengutip pada definisi yang ada di wikipedia, inti dari NLP adalah pemahaman tentang bagaimana individu dapat melakukan seluruh aktifitasnya secara sempurna, dengan mempelajari model human excellence. NLP mengidentifikasi dan menentukan proses dan pola pikir dari setiap top performance untuk menemukan perbedaan antara kompetensi dan kesempurnaan.

NLP dapat diuraikan menjadi 3 bagian, yaitu Neuro merujuk pada proses neurologis dari melihat, mendengar, merasakan, menghirup dan perabaan, yang kemudian membentuk pengalaman. Liguistic merujuk pada cara kita menggunakan bahasa untuk merepresentasikan, mengorganisasikan pengalaman dan mengkomunikasikannya dengan orang lain. Programming merujuk pada strategi dan teknik yang digunakan untuk mengorganisasikan proses internal yang pada akhirnya akan membawa hasil akhir.

Sementara itu, Pak Waidi dalam blog-nya menjelaskan :
Perilaku seseorang, dalam hal ini adalah perilaku sukses, sangat ditentukan oleh syaraf otaknya (neuro) dalam memogram diri (otak) atau mempersepsikan diri terhadap setiap stimulus dari luar. Dengan bantuan bahasa, otak mampu merumuskan setiap bentuk perilaku sukses. Dengan bahasa pula, otak akan membuat sebuah program perilaku sukses: dari soal sikap positif meniru atau menduplikasi, hingga tindakan nyata. Oleh karenanya disebut Neuro-lingusistic Programming. Contoh, bila Anda menerima stimulus dari luar –cerita seorang sukses misalnya—kemudian Anda tertarik dan otak Anda segera membuat program diri untuk menirunya, dan membuat sejumlah program-program sukses, maka yang demikian disebut neuro-linguistic programming (NLP).

Dengan kata lain, NLP adalah bicara soal bagaiman syaraf otak (neuro) membuat suatu program perilaku tertentu (modelling) yang disebut internal programming dan bagaimana program itu dapat ekspresikan dalam bentuk perilaku yang disebut behavioural success.

Ibrahim Elfiky, seorang maestro motivator dunia, penulis buku Terapi NLP: Membangun Komunikasi yang Komunikatif (edisi Indonesia diterbitkan oleh Hikmah/grup mizan), menggunakan NLP sebagai resep untuk membangun komunikasi yang sukses. Langkah awal dalam sukses berkomunikasi adalah membangun keselarasan. Kalau dalam dunia teknologi informasi, kita mengenal protocol. Dua sistem akan bisa saling berkomunikasi bila menggunakan protokol yang sama.

Tanpa keselarasan, maka akan muncul resistensi. Menurut Elfiky, tiga tahapan dalam membangun keselarasan adalah :

1. Menyesuaikan. Dalam tahap ini, kita mencocokkan aspek-aspek perilaku eksternal kita, sesuai dengan aspek-aspek eksternal perilaku lawan bicara kita. Misalkan, kita ikuti cara lawan bicara kita menggerakkan tangannya , menyilangkan kakinya, pandangan matanya.
2. Melangkah. Melangkah merupakan proses lanjutan dari penyesuaian gerak lawan bicara. Pada tahap ini, kita tetap harus menyesuaikan gerakan tubuh dan berbicara dengan menggunakan pilihan kata dan frase mereka. Perhatikan lawan bicara dalam menyikapi situasi dan posisikan diri kita dalam sudut pandang mereka. Pada dasarnya, berjalanlah dengan cara mereka berjalan, berbicara apa dan bagaimana mereka berbicara. Tahap ini akan membantu kita membangun keselarasan yang kokoh secara sadar maupun secara bawah sadar.
3. Memimpin. Pada tahap ini, kita akan membuat lawan bicara mengikuti sikap dan pembicaraan kita. Jika sikap orang lain berubah dan mengikuti sikap kita, berarti kita memiliki keselarasan sadar yang tinggi. Bila seseorang mengikuti kita menyilangkan kaki dan terus mengikuti cara kita bersikap, berarti lawan kita sudah bisa kita arahkan sesuai dengan keinginan kita. Selanjutnya terserah Anda …

Dari ketiga sumber tersebut, dapat kita simpulkan bahwa kita dapat mengikuti kesuksesan orang lain, dengan cara meniru tingkah laku, pola tindakan, kebiasaan-kebiasaan, dan cara berpikir orang sukses tersebut. Di samping itu, kita juga dapat mempengaruhi keputusan orang lain, dengan cara terlebih dahulu melakukan penyelarasan verbal dan nonverbal dengan orang yang akan kita pengaruhi tersebut. Sementara, secara tidak sadar, kita sendiri sebenarnya juga selalu dihujani dengan setimulus-stimulus yang bisa ditangkap oleh indera kita, yang secara tidak sadar juga akan mempengaruhi diri kita. Dalam blog-nya, Waidi juga menambahkan bahwa aktifitas otak pada dasarnya adalah aktifitas mencatat, merekam dan mengolah seluruh informasi yang diterima dari lingkungannya melalui panca indra. Kehebatan otak adalah merekam apa saja yang kita dengar, lihat, dan rasakan baik secara sadar atu pun tidak sadar. Otak sadar Anda (maaf) saat ini sedang konsentrasi membaca artikel ini, tetapi tanpa disadari otak Anda (dalam waktu bersamaan) juga mencatat segala peristiwa di sekitar Anda (mungkin deru mobil bila Anda membaca di jalan, mungkin udara dingin bila Anda membaca di ruang ber-AC). Dengan demikian, tak terhingga jumlahnya berapa milyar informasi yang tercatat dan terekam sejak masih orok hingga saat ini di dalam pikiran Anda. Semua rekaman peristiwa itu (baik positif maupun negatif -- andi) tersimpan di otak bawah sadar (unconsiuous mind).

Sekarang mari kita lihat apa yang terjadi di sekitar kita saat ini. Betapa tak terhingganya jumlah informasi negatif yang kita dengar, lihat, dan rasakan setiap saat, setiap hari. Berita kekerasan di TV, infotainment, tayangan pornografi, gaya hidup berlebihan, dll. Para remaja wanita berpakaian mengikuti cara orang 'bebas' berpakaian (pakaian adik). Kita melakukan riba sebagaimana Yahudi melakukan riba (promosi bank syariah nih...). Kita berpikir mengikuti bagaimana orang sekuler berpikir dan berpandangan. Dan yang juga patut diwaspadai, anak-anak ABG sangat fasih menirukan gaya dan penampilan 'idolanya' masing-masing. Hampir semuanya hafal lagu-lagu para penyanyi dalam dan luar negeri, tak pandang bulu, penyanyi yang ditirukannya itu berakhlak baik atau buruk.

Menurut saya, dalam kehidupan dan perilaku kita sehari-hari, termasuk juga perilaku remaja saat ini, mekanisme NLP juga berlangsung di situ. Proses peniruan perilaku, duplikasi budaya, pendendangan lagu dari penyanyi idola, di dalamnya juga akan terjadi proses-proses penyelarasan jiwa, transfer ideologi (mungkin terlalu ekstrim ya ?), induksi akhlak, antara sang idola dengan sang peniru. Padahal tidak semua kebudayaaan itu baik. Tidak semua artis dan idola itu berakhlak baik. Ada artis yang tersangkut masalah narkoba, kejahatan seksual, perilaku liberal, seks bebas, dan lain-lain. Apa jadinya anak-anak kita, setiap hari dia mendendangkan lagu dengan penuh penjiwaan, membayangkan dirinya sedang bertingkah laku seperti penyanyi aslinya. Apa jadinya kita, setiap hari meniru-niru budaya asing yang tidak jelas halal-haramnya. Sungguh benar apa yang disabdakan Rasulullah : "Barang siapa menyerupai suatu kaum, maka ia termasuk golongan darinya." (HR Abu Dawud).

Saya sering merasakan sendiri, ketika suatu pagi kita menghafalkan atau sekedar mendendangkan sebuah lagu, maka setiap saat selama hari itu, di telinga kita akan terngiang-ngiang lagu itu. Begitu ada kesempatan bernyanyi, entah saat santai, jalan kaki menuju toilet, asyik browsing, ostosmastis yang keluar adalah lagu yang pagi tadi kita lagukan. Begitu besarnya pengaruh lagu itu di otak kita.

Sekarang mari kita renungkan, siapakah manusia paling sukses di dunia dan akhirat di kalangan umat manusia, dari zaman dahulu hingga akhir zaman ? Hampir semua Muslim akan menjawab, dialah Rasulullah, Muhammad SAW. Dialah teladan yang paling sempurna bagi kita. Dengan mengikuti sunah-sunahnya, berarti kita sedang melakukan Neuro Linguistic Programming, menuju manusia yang sukses.

Bayangkan, kita shalat, mengikuti cara Nabi melakukan shalat. Kita bekerja, mengikuti cara Nabi bekerja. Kita tidur, mengikuti cara Nabi tidur. Kita makan, mengikuti cara Nabi makan. Kita berpakaian, mengikuti cara Nabi berpakaian. Kita bergaul, mengikuti cara Nabi bergaul. Kita berakhlak, mengikuti cara Nabi berakhlak. Kita berperilaku, mengikuti cara Nabi berperilaku. Kita berpikir, mengikuti cara Nabi berpikir... Subhanallah, andaikan kita mengikuti segala yang dicontohkan Nabi, maka Insya Allah kita juga akan mendapatkan kesuksesan dunia dan akhirat seperti Nabi.

Wallahu a'lam

Kunjungi juga :
1. http://www.portalnlp.com/
2. http://www.waidinlp.com/
3. http://waidi.wordpress.com/tag/nlp/
4. http://www.nlpls.com/spi/Islam.php

4 comments:

Aa Gun said...

Assalamu'alaikum wr wb.
Subhanallah tulisannya bagus sekali, NLP bukanlah NLP, itu hanyalah labelling kita terhadap sesuatu, subhanllah islam sangat kaya akan lautan ilmu, bahkan 14 presuposisi NLP atau dasar NLP smuanya bisa diambilkan dalil dari nash al-quran, bukan sebagai justifikasi melainkan sebagai referesi kita sebagai muslim, ala kulli hal smuanya terpulang pada kita sperti penggunaan pisau, satu sisi bisa dipakai crime dan satu sisinya bisa digunakan untuk kebaikan seperti memasak.dll..finally sebetulnya tdk ada sesuatu yg absolute kecuali al-quran :)

hepi hermanto said...

terimakasih atas pemahannya boleh juga klik di http://spiritualpreneurship.com/?id=faizjaya

mohd zaini said...

Wow!
Hebat penerangan NLP. Saya ingin menyatakan memang benar, Nabi Muhammad S.A.W. adalah manusia paling sukses sepanjang masa. Terima kasih kerana memberi maklumat terbaik.

Mohd Zaini
Malaysia
mohdzaininanyan@yahoo.com

Chrysalis said...

Assalamualaikum,
Dengan informasi begini dapatlah saya menambah 'reasoning dan justification' saya kepada superior saya tentang mengapa saya ingin menyertai kursus ini. Doakan moga saya dapat izin dan mandat dari 'management' saya utk menimba ilmu NLP ini. Sekian.