Sunday, May 3, 2009

Islam Meruntuhkan Iman Sang Pendeta

Pada suatu hari (Minggu pagi), saya justru pergi ke mesjid dan mendatangi seorang Imam Mesjid, namanya Pak Hamid, yang bekerja di kantor Departemen Agama Kabupaten Toli-toli. Kebetulan, di Minggu pagi itu, Pak Haji Hamid bersama tiga orang jemaah mesjid sedang membersihkan halaman mesjid. Tanpa rasa ragu dan malu saya menghampiri Pak Haji Hamid yang sedang berjongkok sambil menebas rumput di halaman masjid. Saat itu, Pak Hamid tidak tahu sama sekali siapa yang datang dari arah belakangnya.

Saya kemudian mengucapkan "Assalamualaikum" yang kala itu sebenarnya belum pantas saya ucapkan karena masih menyembah "Yesus" bukan menyembah "Tuhan". Karena aku salam, Pak Hamid pun membalas salamku, "Waalaikum salam warohmatullohi wabarokatuh" sambil membalikkan badan menghadap ke arahku.

Tapi apa yang terjadi ? Ketika kami berhadapan, betapa kagetnya beliau. Ternyata yang datang menjumpainya adalah murid Paulus, bukan pengikut Nabi Muhammad SAW. Suasana mulai tegang, saya dapat melihat sekaligus merasakan dari raut wajah Pak Haji Hamid tersimpan tanda tanya besar. Bahkan hari itu saya merasa beliau seperti tidak percaya fakta yang sedang terjadi si depan dua kelopak matanya. Dengan pandangan yang penuh tanda tanya dan terdorong oleh keinginan untuk mengetahui maksud kehadiranku di masjid, akhirnya beliau membuka mulut alias angkat bicara bernada pertanyaan.

Pak Haji : "Apa kabar Pak Pendeta, Ada yang harus saya bantu ?"

Saya : "Ada Pak Haji"

Pak Haji : "Masalah apa Pak, kalau boleh saya tahu ?"

Saya : "Masalah Iman, Pak"

Pak Haji : (Sedikit kaget, lalu bertanya lagi) "Apa tidak salah ?" (sambil tertawa)

Saya : "Tidak Pak"

Pak Haji : "Seharusnya Bapak tidak datang kepada saya, bukankah saya seorang Muslim dan Bapak Kristen ?" Apa yang terjadi dengan Pak Pendeta sekarang ?"

Saya : "Sebaiknya kita ke dalam mesjid aja Pak Haji"

Pak Haji : "Ooh, tidak apa-apa Pak, di luar sini saja atau di rumahku"

Saya : "Kalau di sini, saya tidak mau ceritakan apa yang terjadi denganku. Apalagi di rumah Bapak"

Pak Haji : "Baiklah, mari kita masuk ke mesjid."

Saya : "Terima kasih Pak"

Saya dan Pak Haji melangkahkan kaki dari halaman mesjid menuju pintu utama mesjid. Tepat di bawah mimbar mesjid, Pak Haji menawarkan duduk di lantai, di atas karpet beludru. Saya duduk berhadapan serta bertatapan wajah dengan Pak Haji. Saya melihat bulu roma Pak haji berdiri tegak, dan pori-pori di kulit tangannya pada bermunculan, seperti ada sesuatu yang hadir di tengah-tengah pertemuan kami. Tiba-tiba, secara spontan, kesedihan menyelimuti perasaan hatiku. Akibatnya, di hadapan Pak Hamid, saya menangis tersedu-sedu tanpa rasa malu atau minder sedikitpun. Saya seakan tak kuasa mengucapkan satu katapun akibat kesedihan yang dalam sedang menyelimuti. Sebagai orang berilmu Al Quran, Pak Hamid memahami semua kejadian yang menimpaku. Beliau mengelus-elus pundakku sambil berkata, "Sabar Pak, sekarang aku tahu tanpa Anda jelaskan. Sesungguhnya Anda orang yang menerima hidayah tepat pada Bulan Ramadan 1427 Hijriah."

Lalu Pak Hamid juga berkata, "Jika hidayah Allah SWT telah masuk ke dalam batin seseorang, tak seorangpun dapat mencegahnya. Apapun status orang tersebut pasti akan tunduk kepada keputusan Allah SWT seperti Bapak. Walaupun seorang pendeta, jika hidayah Allah SWT datang menjumpai dan menetap di hati Bapak, siapapun tak dapat mencegahnya untuk memeluk agama Islam. Begitulah jika Islam telah masuk ke nurani Bapak. Dan ingat Pak, justru orang seperti Bapak yang sering diberi hidayah dari Allah SWT. Mengapa ? karena Allah SWT mengetahui dan selektif dalam mengambil keputusan. Dia memberikan hidayah kepada Bapak dengan tujuan agar Bapak di kemudian hari mampu menceritakan kebenaran agama Allah SWT. Tetapi yang utama, Bapak adalah orang yang dicintai oleh Allah SWT, sehingga diberi-Nya petunjuk."

Kurang lebih 30 menit kami berada di dalam mesjid. Suasana kasih sayang turut mewarnai pertemuan kami. Berbagai saran, pendapat, nasehat, dan motivasi menghiasi indahnya suasana percakapan kami. Saat itu juga, antara saya dengan Pak Haji Hamid, sudah mulai terjalin tali persaudaraan serta tali persahabatan selaku umat pilihan Allah SWT. Padahal sebelumnya tidak bersahabat, masing-masing kami mempertahankan prinsip keyakinan yang dianut. Namun setelah hidayah menemuiku, segala sesuatu yang tidak baik menjadi kebaikan dan segala sesuatu yang tidak benar berubah menjadi kebenaran sejati. "Habis gelap terbitlah terang", kata-kata bijak inilah makna yang terkandung dalam kata "hidayah". Artinya, petunjuk membawa manusia kepada perubahan hidup yang lebih berarti.

Disalin dengan editting seperlunya dari buku Islam Meruntuhkan Iman Sang Pendeta, Dr. Muhammad Yahya Waloni, diterbitkan oleh Cahaya Iman dan MYW Center, Bandung, 2008.

10 comments:

Anonymous said...

subhanallah.
semoga bpk selalu dalam lindungan allah.
amin yarabbal'alamin.

Anonymous said...

Buat BLOGER MUSLIM, ternyata BLOG mulai digunakan oleh orang-orang yang tak bertanggung jawab serta memprovokasi Umat Muslim.

Perhatikan Tulisan dibawah,
tulisan tersebut benar-benar sebuah PENGHINAAN TERHADAP NABI MUHAMMAD SAW serta Agama ISLAM sebagai RAHMATAN LIL ALAMIN.

Artikel ini telah dikirimkan kebeberapa pemilik BLOG via Email untuk meminta kita mempostingnya

dikabarkan bahwa sudah beberapa BLOGGER telah menerima pesan serupa yang dikirim oleh http://sangkebenaran.blogspot.com/

"Semoga Allah SWT senantiasa memberikan balasan setimpal kepada mereka yang telah berbuat Zholim bagi Agama Allah (ISLAM) dan Rasul-NYA (MUHAMMAD SAW)


berikut kutipan ARTIKEL yg menghina ISLAM dan Nabi Muhammad SAW


http://sangkebenaran.blogspot.com/

http://sangkebenaran.blogspot.com/

Inilah contoh ajaran pedofilia Muhammad:

Dikisahkan Jabir bin 'Abdullah: Ketika aku menikah, Rasullah bersabda kepadaku, perempuan macam apa yang kamu nikahi? Aku menjawab, aku menikahi seorang janda muda? Beliau bersabda, Mengapa kamu tidak bernafsu pada para perawan dan memanjakannya? Jabir juga berkisah: Rasullah bersabda, mengapa kamu tidak menikahi seorang perawan muda sehingga kamu dapat memuaskan nafsumu dengannya dan dia denganmu?

Hadits Bukhari Vol.7, Kitab 62, Pasal 17.


A'isyah (Allah dibuatnya bahagia) diceritakan bahwa Rasullah (semoga damai sejahtera atas beliau) dinikahi ketika usianya tujuh tahun, dan diambilnya untuk rumahnya sebagai pengantin ketika dia sembilan tahun, dan bonekanya masih bersamanya; dan ketika beliau (Nabi Yang Kudus) mampus usianya delapan belas tahun.

Kitab Sahih Muslim 8, Pasal 3311.


Dikisahkan A'isyah: bahwa Nabi menikahinya ketika dia berusia enam tahun dan menikmati pernikahannya ketika berusia sembilan tahun. Hisham berkata: Aku telah menceritakan bahwa A'isyah menghabiskan waktunya dengan Nabi selama sembilan tahun (yaitu hingga kematiannya).

Bukhari Vol.7, Kitab 62, Pasal 65.


Muhammad telah bernasu birahi kepada anak berusia enam tahun. Apa yang tersimpan di dalam otak Muhammad? Apa pikiran mesum nabi merupakan perbuatan suci? Seorang anak kecil Muhammad nodai dalam nama allah. Dalam ilmu psikologi moderen, yang dilakukan Muhammad disebut pedofilia, dan seorang yang melakukan pedofilia dapat dikenakan sanksi hukuman mati, karena telah merampas masa depan anak-anak, dan membuat anak-anak menderita trauma kejiwaan.

Terbitkan komentar ini.

Tolak komentar ini.

Moderasi komentar untuk blog ini.

Anonymous said...

Islam ternyata menakutkan! Liat blog ini deh -> BLOG MANTAN MUSLIM INDONESIA http://trulyislam.blogspot.com

M. Fuad Hasan (Andi S) said...

@anonymous.
Dasar Anonymous...
Saya bisa saja men-delete komen Anda, tapi tidak saya lakukan. Telah jelas mana yang haq dan mana yang batil...

Venda said...

Mas Mohon Pencerahaan, kadang-kadang saat membaca Quran terjadi hati nurani saya dimana ada pertentangan yaitu hati nurani saya menghendaki damai tentram tetapi yang saya baca maunya ngajak perang, bunuh para kafir dll dengan janji-janji akan diberi bidadari yang cantik di Surga. Terus terang saya bingung dan Mohon Pencerahan. Kapan-kapan saya akan balik lagi ke Blog ini. Terima kasih

Yadi Utama said...

Selamat Idul Fitri 1430H, Minal Aidin Walfaidzin, Mohon Maaf Lahir dan Batin. Salam Blogger. Dari Komunitas Blogger Unsri http://blog.unsri.ac.id

Bangkit W said...

Semoga yang sesat diberi petunjuk oleh Allah swt...

seno said...

mari kita bersynergy dalam kebajikan dan taqwa menuju izzul Islam wal muslimin mari kita tukeran Link...

andra jaxs said...

ya allah bukakan pintu ht mereka yg sesat...tmn2ku beragama lah dgn akal sehat,pikirkan dgn jelas allah,islam,muhammad dan alquran itu ada lah benar.sangat tdk mnkin alquran dibuat oleh manusia jd tlng renungkanlah.smoga yg slh diberi hidayah oleh allah swt amiiiinnnnn

andra jaxs said...

betepa kuatnya setan menghasut manusia sehingga manusia yg sedikit imannya mjd sesat bahkan murtad,beruntunglah orng2 yg slalu dekat dgn allah diberi pikiran yg sehat serta berkah yg tiada akan berhenti