Photobucket

Tuesday, September 9, 2008

Pengecut yang Perlu Kita Maklumi

Beberapa hari terakhir ini, blog saya kedatangan tamu yang sangat "istimewa". Melalui shoutbox dan komentar di blog amanah, dia mencoba berpromo kepada pembaca yang lain untuk masuk ke situsnya yang sangat provokatif. Saya katakan provokatif karena situs tersebut menjelek-jelekkan Islam dengan sangat keji. Dan lagi, dia tidak bisa adil dalam menyatakan pendapat di blognya, karena : 1. Identitas pribadinya disembunyikan, 2. Komentar atau tanggapan pembaca juga di-moderasi (yang nggak dia sukai, akan di-delete)

Kepada para pembaca, khususnya yang Muslim, saya sarankan untuk tidak membaca situs-situs seperti itu. Saya sudah sering membaca situs dan berdebat dengan orang semacam itu. Hanya rasa dongkol yang didapat, dan buang-buang energi saja. Saya ibaratkan, saat ini perjalanan kita sudah sampai pada suatu taman yang indah, sejuk, dan nikmat. Taman dimana semua orang menginginkan untuk berada di situ. Lalu tiba-tiba ada orang aneh yang yang berteriak-teriak kepanasan. Maka, sebaiknya kita abaikan saja celotehan orang majnun tadi. Kita doakan saja, semoga makhluk Allah yang tidak jelas asal-usul dan identitasnya ini segera diberi hidayah. Telah kita ketahui, bahwa beberapa orang yang awalnya membabi-buta memusuhi Islam, pada akhirnya justru akan menjadi pembela Islam yang tangguh. Dan yang meluluhkan hatinya biasanya bukanlah perdebatan dan perang logika yang meledak-ledak, namun hidayah Tuhan yang sederhana namun menghanyutkan. Kita tunggu saja kesaksiannya pada masa yang akan datang, Insya Allah ...

Terhadap keadaan kita sendiri, masih banyak yang harus kita pelajari lebih dalam lagi sebagai Muslim. Sudahkah Anda membaca Al-Quran, Tafsir Ibnu Katsir, Riyadush Sholihin, Bulughul Maram, Fathul Majid, Syamail Muhammad, Shahih Bukhari-Muslim, dll, yang merupakan kitab dasar yang seharusnya "wajib" kita pelajari ? (Saya sendiri baru mau sih) Maka, lupakan celotehan si majnun ini, dan mari segera cari dan baca kitab-kitab di atas. Semoga kita termasuk orang-orang yang senantiasa memikirkan dan mempersiapkan kehidupan akhirat. Amin

Sehubungan dengan almajnun di atas, saya pernah melihat kejadian lucu seperti ini. Saat itu saya sedang berada di suatu warung makan Padang. Saya lihat di meja sebelah saya ada sepasang muda-mudi yang juga sedang makan. Tiba-tiba, ada seorang laki-laki pejalan kaki di depan warung, yang tiba-tiba berhenti berjalan, lalu memelototi sepasang muda-mudi di meja sebelah saya, dengan pandangan mata yang menantang dan tubuh yang dicondongkan ke arah ruang dalam warung. Tentu saja sang pemuda yang dipelototi langsung emosi dan berdiri, hendak menghabisi orang aneh tadi. Apalagi dia sedang bersama teman wanitanya. Namun, beberapa detik kemudian akhirnya pemuda tadi sadar, bahwa orang aneh tadi ternyata orang gila, yang gilanya barusan saja (terlihat dari pakaiannya yang masih rapi dan kulitnya yang masih bersih). Ini diperkuat lagi oleh sang pemilik warung, yang mengatakan bahwa dia sudah beberapa kali melihat kejadian seperti itu di warungnya. Kontan saja si pemuda dan pemudi yang sempat emosi tadi langsung cengar-cengir dan duduk kembali melanjutkan makannya. Mungkin pikirnya, "Untung saya tidak ikut-ikutan gila dengan menanggapi orang gila tadi". Sedangkan the new orgill tadi lama-lama ngeloyor pergi setelah tidak mendapat tanggapan dari audiens. Kesimpulannya, jangan terpancing dan emosi dulu ketika mendapat provokasi dari orang lain. Lihat-lihat dulu siapa orangnya.

O ya, masih ada kaitannya dengan almajnun di atas, ada ulama yang pernah mengatakan (kurang lebih) : "Kalau ada orang buta yang mengatakan bahwa matahari itu berwarna hijau, mengapa kita harus mempermasalahkannya ?" Ya kita maklumi saja ...

3 comments:

Anonymous said...

wawancara alzeera

Dalam berbicara tentang Holokaus, dia berkata, “Kaum Yahudi telah bangkit dari tragedi dan memaksa dunia untuk menghormati mereka melalui pengetahuan mereka dan bukan melalui teror. Dengan hasil kerja mereka, dan bukan dengan menangis dan menjerit-jerit.”

Dia melanjutkan, “Kita tidak pernah melihat seorang pun Yahudi yang meledakkan dirinya di restoran Jerman. Kita tidak pernah melihat seorang pun Yahudi yang menghancurkan gereja. Kita tidak pernah melihat seorang pun Yahudi yang melakukan protes dengan membunuh orang.”

Dia menyimpulkan, “Hanya kaum Muslimlah yang membela kepercayaan mereka dengan membakar gereja2, membunuhi orang2 dan menghancurkan kedubes2. Cara yang mereka tempuh tidak akan menghasilkan apapun. Kaum Muslim harus bertanya kepada diri mereka sendiri APAKAH YANG BISA MEREKA LAKUKAN BAGI UMAT MANUSIA, SEBELUM MEREKA MENUNTUT AGAR UMAT MANUSIA MENGHORMATI MEREKA.”

Ada baiknya bagi muslim utk sejenak introspeksi dng cara begini; GANTI atau TUKAR-lah kata “orang kafir” dengan kata “orang muslim” pada ayat-ayat Medinah.

· Hai orang-orang yang beriman, PERANGILAH orang-orang muslim yang di sekitar kamu itu, dan hendaklah mereka menemui KEKERASAN daripadamu. (Q.9:123)

· Kelak akan Aku jatuhkan rasa KETAKUTAN (terj. Inggris; Terror) ke dalam hati orang-orang muslim, maka PENGGALLAH KEPALA orang muslim dan PANCUNGLAH tiap-tiap ujung jari orang muslim. (Q.8:12)

· BUNUHLAH orang-orang muslim itu di mana saja kamu jumpai mereka. (Q.9:5)

· Dan bunuhlah muslim di mana saja kamu jumpai mereka, dan USIRLAH mereka dari tempat mereka telah mengusir kamu. (Q.2:191)

· Perangilah muslim, niscaya Allah akan menyiksa muslim dengan (perantaraan) tangan-tanganmu dan Allah akan menghinakan muslim dan menolong kamu terhadap mereka, serta melegakan hati orang-orang yang beriman. (Q.9:14)

· Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya orang-orang muslim itu najis, maka janganlah mereka mendekati… (Q.9:28 )

▲Bagaimana perasaan anda sebagai muslim seandainya Kitab Suci agama lain memerintahkan kpd para pengikutnya utk melakukan hal-hal sadis itu terhadap kalian? Jujurlah terhadap hati nurani-mu wahai saudara muslim-ku; bagaimana perasaan kalian?

Anonymous said...

Mengenai Yahudi, Anda harus ingat hal berikut ini. Saat masa “penyaliban” Yesus dahulu, mestinya terjadi konflik yang begitu keras antara Nasrani dengan Yahudi, mengingat yang menggugat serta mengajukan tuntutan penyaliban adalah para Rabi Yahudi. Anda tentu ingat, film Passion of The Christ (film penyiksaan yang begitu sadis, yang tidak layak ditonton) hampir membangkitkan kembali sentimen konflik Kristen dan Yahudi. Namun yang sangat mengherankan adalah bahwa saat ini umat Kristen lebih cenderung (mendukung) kepada kaum Yahudi dan justru Kristen dibenturkan dengan umat Islam. Ini adalah suatu strategi pengalihan konflik oleh Yahudi yang sangat licik.

Bagi Yahudi, Kristen sudah bukan merupakan musuh lagi, karena melalui “Rasul” Paulus, kemudian didukung oleh Kaisar Konstantinus, dan dilanjutkan dengan agenda2 jahat berikutnya, ajaran Nasrani telah benar-benar dibiaskan menjadi Kristen seperti yang diinginkan oleh Yahudi. Perlu Anda lihat tulisan saya terdahulu dalam blog ini juga, yang mengulas perihal upaya Yahudi dalam membangun opini publik Kristen Amerika dalam mempersepsi Yahudi. Silakan kunjungi : http://amanah-land.blogspot.com/2007/05/judeo-christian-ruh-amerika.html. Itu hanya salah satu, masih banyak agenda-agenda Yahudi yang telah dilakukan untuk memanipulasi ideologi, informasi, dan opini. Jadi, tidak heran bila saat ini Anda begitu membela Yahudi, karena memang itulah yang diinginkan Yahudi. Anda telah menjadi korban..

Mengenai perang dan pembunuhan, dapat saya sampaikan hal-hal sebagai berikut :

1. Islam mengajarkan agar berlaku baik terhadap non muslim.
Allah tidak melarang kamu untuk berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang yang tiada memerangimu karena agama dan tidak (pula) mengusir kamu dari negerimu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berlaku adil.
Sesungguhnya Allah hanya melarang kamu menjadikan sebagai kawanmu orang-orang yang memerangimu karena agama dan mengusir kamu dari negerimu, dan membantu (orang lain) untuk mengusirmu. Dan barangsiapa menjadikan mereka sebagai kawan, maka mereka itulah orang-orang yang zalim. (QS 60:8-9)

2. Islam melarang memerangi, membunuh orang non muslim yang tidak memerangi kita.
"Tetapi jika mereka membiarkan kamu dan tidak memerangimu serta mengemukakan perdamaian kepadamu, maka Allah tidak memberi jalan kepadamu (untuk memerangi) mereka". (QS 4:90)

"Dan jika mereka condong kepada perdamaian, maka condonglah kepadanya dan bertawakallah kepada Allah. Sesungguhnya Dia Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. (QS 8:61)

"Barang siapa membunuh seorang manusia bukan karena orang itu membunuh orang lain atau bukan karena membuat kerusakan di muka bumi, maka seolah-olah dia telah membunuh manusia seluruhnya. Dan barangsiapa memelihara seorang manusia, maka seolah-olah dia telah memelihara kehidupan manusia seluruhnya". (QS 5:32)

"Bagaimana bisa ada perjanjian aman dari sisi Allah dan RasulNya dengan orang-orang musyrikin, kecuali orang-orang yang telah mengadakan perjanjian (dengan mereka) didekat Masjidil Haram? Maka selama mereka berlaku lurus kepadamu, hendaknya kamu berlaku lurus (pula) terhadap mereka. Sungguh Allah menyukai orang-orang yang bertakwa. (QS 9:7)

3. Islam memerintahkan melindungi non muslim yang minta perlindungan.
"Dan jika seorang diantara orang-orang musyrikin itu meminta perlindungan kepadamu, maka lindungilah ia supaya ia sempat mendengar firman Allah, kemudian antarkanlah ia ketempat yang aman baginya. Demikian itu disebabkan mereka kaum yang tidak mengetahui. [QS 9:6]

"Hai orang-orang yang beriman, hendaklah kamu menjadi orang-orang yang selalu menegakkan kebenaran karena Allah, menjadi saksi dengan adil. Dan janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap suatu kaum, mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah! karena adil itu lebih dekat kepada taqwa. Dan bertaqwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan." [5:8]

Kalau Allah menghendaki, tentu Dia memberi kekuasaan kepada mereka terhadap kamu, lalu pastilah mereka memerangimu. Tetapi jika mereka membiarkan kamu, dan tidak memerangi kamu serta mengemukakan perdamaian kepadamu maka Allah tidak memberi jalan bagimu untuk melawan mereka." [Noble Qur’an 4:90]

4. Islam melarang umatnya untuk memaki-maki sembahan orang non muslim.
Dan janganlah kamu memaki sembahan-sembahan yang mereka sembah selain Allah, karena mereka nanti akan memaki Allah dengan melampaui batas tanpa pengetahuan. Demikianlah Kami jadikan setiap umat menganggap baik pekerjaan mereka. Kemudian kepada Tuhan merekalah kembali mereka, lalu Dia memberitakan kepada mereka apa yang dahulu mereka kerjakan. [QS 6:108].

5. Islam menganjurkan umatnya untuk hanya memerangi non muslim yang memerangi umat Islam.
190. Dan perangilah di jalan Allah orang-orang yang memerangi kamu, (tetapi) janganlah kamu melampaui batas, karena sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas.
191. Dan bunuhlah mereka di mana saja kamu jumpai mereka, dan usirlah mereka dari tempat mereka telah mengusir kamu (Mekah); dan fitnah itu lebih besar bahayanya dari pembunuhan, dan janganlah kamu memerangi mereka di Masjidil Haram, kecuali jika mereka memerangi kamu di tempat itu. Jika mereka memerangi kamu (di tempat itu), maka bunuhlah mereka. Demikanlah balasan bagi orang-orang kafir.
192. Kemudian jika mereka berhenti (dari memusuhi kamu), maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (haram bagi kami untuk memeranginya)
193. Dan perangilah mereka itu, sehingga tidak ada fitnah lagi dan (sehingga) ketaatan itu hanya semata-mata untuk Allah. Jika mereka berhenti (dari memusuhi kamu), maka tidak ada permusuhan (lagi), kecuali terhadap orang-orang yang zalim. [QS 2: 90-193].

[016:126] Dan jika kamu memberikan balasan, makabalaslah dengan balasan yang sama dengan siksaan yangditimpakan kepadamu. Akan tetapi jika kamu bersabar,sesungguhnya itulah yang lebih baik bagi orang-orangyang sabar.

Dalam peperangan umat Islam dilarang untuk membunuh anak-anak dan perempuan.
Diriwayatkan daripada Abdullah bin Umar r.a:
Sesungguhnya pernah terdapat seorang wanita terbunuh dalam satu peperangan yang diikuti oleh Rasulullah s.a.w. Lalu Rasulullah s.a.w mengutuk daripada membunuh wanita dan kanak-kanak [Sahih Bukhari juz 4 no 257].

Dalam memperlakukan tawanan perang pun harus dengan cara yang baik.
Dan mereka memberikan makanan yang disukainya kepada orang miskin, anak yatim dan orang yang ditawan. [Noble Qur’an 76 : 8].
Dan jika seorang di antara orang-orang musyrikin itu meminta perlindungan kepadamu, MAKA LINDUNGILAH IA supaya ia sempat mendengar firman Allah, kemudian ANTARKANLAH IA KE TEMPAT YANG AMAN BAGINYA. Demikian itu
disebabkan mereka kaum yang tidak mengetahui. [Noble Qur’an 9:6].

Sungguh indah hukum diatas. Jika mereka memerangi kita maka perangi mereka tapi jangan melampaui batas. Jika mereka berhenti memerangi kita maka tidak ada peperangan lagi. Solusi yang sama-sama enak dikedua belah pihak. Jika mereka, kaum kafir, mengemukakan perdamaian maka wajib umat Islam untuk menerimanya, meskipun dalam hati kaum kafir hanya untuk menipu kaum muslim.


Sekarang kita perhatikan Bible. Di situ banyak ayat yang berbau ketidakadilan serta pembunuhan yang sangat tidak manusiawi.

ULANGAN 20:10-13
10. Apabila engkau mendekati sebuah kota untuk berperang melawannya, maka haruslah engkau menawarkan damai kepadanya.
11. Apabila kota itu menerima perdamaian itu dan dibukanya pintu gerbang bagimu, maka haruslah semua orang yang ada disitu melakukan pekerjaan RODI bagi mu dan menjadi hamba kepadamu.
12. Tetapi apabila kota itu tidak mau berdamai dengan engkau, melainkan mengadakan perlawanan dengan engkau, maka haruslah engkau mengepungnya.
13 dan setelah Tuhan, Allahmu menyerahkannya kedalam tanganmu, maka haruslah engkau membunuh seluruh penduduknya yang laki-laki dengan mata pedang.

Sungguh ngeri hukum diatas. Tidak ada keadilan sama sekali. Bila musuh mau berdamai maka si musuh harus berkerja rodi bagi kristen, tapi bila tak mau damai maka mereka akan ditumpas habis. Siapa bilang kalao Tuhannya kristen tidak memerintahkan perang? Ayat diatas sebagai buktinya. Dalam peperangan pun, hukum yang ada dalam bible umat kristen sungguh mengerikan. Dalam perang Tuhannya kristen yang super sadis itu memerintahkan hal-hal yang diluar batas perikemanusiaan. Seperti terlihat dalam perintah perang yang satu ini,

Samuel 15:3 "Jadi pergilah sekarang, kalahkanlah orang Amalek, tumpaslah segala yang ada padanya, dan janganlah ada belas kasihan padanya. Bunuhlah semuanya, laki-laki maupun PEREMPUAN, KANAK-KANAK MAUPUN ANAK-ANAK YANG MENYUSU, LEMBU maupun DOMBA, UNTA maupun KELEDAI "

Ulangan 20:16 "Tetapi dari kota-kota bangsa-bangsa itu yang diberikan TUHAN, Allahmu, kepadamu menjadi milik pusakamu, JANGANLAH KAU BIARKAN HIDUP APAPUN YANG BERNAFAS " .

17 Maka sekarang bunuhlah semua laki-laki di antara anak-anak mereka, dan juga semua perempuan yang pernah bersetubuh dengan laki-laki haruslah kamu bunuh.
18 Tetapi semua orang muda di antara perempuan yang belum pernah bersetubuh dengan laki-laki haruslah kamu biarkan hidup bagimu. [Bilangan 31:17].

Yosua 6:21 "Mereka menumpas dengan mata pedang segala sesuatu yang di dalam kota itu, baik laki-laki maupun PEREMPUAN, baik TUA maupun MUDA, sampai kepada LEMBU, DOMBA, dan KELEDAI " .


Makanya Yesus (atau lebih mungkin Paulus) setelah mengetahui betapa ancurnya ajaran kristen maka dia tidak mau menanggung malu. Maka diajarkannya ajaran-ajaran yang sangat moderat sebagai berikut:

39 Tetapi Aku berkata kepadamu: Janganlah kamu melawan orang yang berbuat jahat kepadamu, melainkan siapapun yang menampar pipi kananmu, berilah juga kepadanya pipi kirimu.
40 Dan kepada orang yang hendak mengadukan engkau karena mengingini bajumu, serahkanlah juga jubahmu.
41 Dan siapapun yang memaksa engkau berjalan sejauh satu mil, berjalanlah bersama dia sejauh dua mil.
42 Berilah kepada orang yang meminta kepadamu dan janganlah menolak orang yang mau meminjam dari padamu.
43 Kamu telah mendengar firman: Kasihilah sesamamu manusia dan bencilah musuhmu.
44 Tetapi Aku berkata kepadamu: Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu. [mat 5:39-44]

Hal ini terpaksa dilakukan Yesus (atau Paulus) agar citra kristen sebagai agama teroris bisa sedikit terangkat. Tapi hal ini justru akan menambah ancurnya kitab suci kristen.

Kehancuran itu antara lain:

1. Ajaran Yesus diatas sungguh aneh dan tidak realistis. Banci dan tidak ada seorang kristen pun yang akan mengamalkannya. Hal ini akan memperburuk citra Yesus yang disembah-sembah pengikutnya tapi perkataan Yesus itu sungguh tidak manusiawi sehingga para murid sangat keberatan untuk mengikutinya. Sehingga akhirnya, ajaran Yesus dapat bertahan sampai sekarang karena umat nya tidak menaati perintahnya. Coba kalau umat yesus mengikuti ajarannya, mungkin yang namanya kristen tinggal cerita.

2. Ajaran Yesus itu justru memperparah kerusakan (inkonsistensi) pada bibel. Dalam bibel (perjanjian lama) dikatakan bahwa :

Ex 21:24 mata ganti mata, gigi ganti gigi, tangan ganti tangan, kaki ganti kaki,
Le 24:20 patah ganti patah, mata ganti mata, gigi ganti gigi; seperti dibuatnya orang lain bercacat, begitulah harus dibuat kepadanya.
De 19:21 Janganlah engkau merasa sayang kepadanya, sebab berlaku: nyawa ganti nyawa, mata ganti mata, gigi ganti gigi, tangan ganti tangan, kaki ganti kaki."

Jelas dikatakan bahwa Tuhan mengajarkan seperti ajaran diatas, tapi mengapa Yesus (atau Paulus) merubahnya??

sumber : www.perbandingan.co.nr

Anonymous said...

Kunjungi : www.kafir-cinta-tuhan.blog.com