Photobucket

Thursday, September 18, 2008

Kesabaran Seorang Pemuda Nasrani

Ini adalah salah satu kisah yang diceritakan Nabi Muhammad SAW kepada para sahabat beliau. Saya salin dari kitab Riyadus Shalihin Bab 3, tentang Sabar :

Dari Shuhaib r.a. bahawasanya Rasulullah s.a.w. bersabda: "Ada seorang raja pada umat sebelum kamu, dia memiliki satu orang tukang sihir. Ketika dia sudah tua, dia berkata kepada raja: "Sesungguhnya saya telah lanjut usia, maka utuslah kepada saya seorang pemuda agar saya mengajarinya ilmu sihir." Maka raja mengutus seorang pemuda kepadanya untuk diajari sihir. Dan dalam perjalanan pemuda itu menjumpai seorang rahib (pendeta Nasrani), maka dia duduk kepada rahib dan mendengarkan ucapannya, ternyata dia terkesan. Maka apabila ia akan menemui tukang sihir, ia menemui rahib dan duduk kepadanya. Dan apabila mendatangi tukang sihir ia dipukulnya (karena mesti terlambat, pent.) Maka hal itu dia adukan kepada rahib. Rahib akhirnya berkata: "Kalau kamu takut tukang sihir maka katakanlah “Saya tertahan oleh keluarga saya”, dan apabila kamu takut pada keluargamu, maka katakan “Saya tertahan oleh tukang sihir."

Tatkala dia seperti itu tiba-tiba dia memergoki seekor binatang besar yang telah merintangi orang-orang. Maka dia berkata,” Hari ini saya akan mengetahui tukang sihir yang lebih afdhal ataukah rahib yang lebih afdhal?.” Maka dia mengambil sebuah batu kemudian dia berdoa,” Ya Allah, jikalau perkara sang rahib yang lebih engkau cintai daripada perkara tukang sihir, maka bunuhlah hewan ini sehingga orang-orang bisa berlalu.” Kemudian ia melemparkan batu itu, dia berhasil membunuhnya dan orang-orangpun bisa meneruskan perjalanan. Kemudian dia mendatangi rahib dan menceritakan (kejadian itu) kepadanya. Maka rahib berkata,” Hai putraku, engkau sekarang lebih utama daripada aku, perkaramu telah sampai pada apa yang aku lihat. Dan sesungguhnya engkau bakal diuji. Jika engkau benar-benar diuji maka janganlah engkau menunjukkan kepada aku.”

Dan adalah pemuda tadi bisa menyembuhkan buta bawaan, sopak, dan mengobati orang-orang dari semua penyakit (dengan izin Allah, pent.). Maka seorang buta yang dekat dengan raja mendengar hal itu. Akhirnya dia mendatangi pemuda itu dengan membawa hadiah yang melimpah, dia berkata,” Semua yang ada di sini adalah untukmu jika kamu bisa menyembuhkan aku.” Maka pemuda itu berkata, ”Sesungguhnya saya tidak bisa menyembuhkan seorangpun, sesungguhnyalah yang menyembuhkan itu adalah Allah Ta’ala. Jika anda beriman kepada Allah Ta’ala saya akan memohon kepada Allah, maka Dia pasti menyembuhkanmu.” Lalu orang itu beriman kepada Allah dan Allah Ta’ala membuatnya sembuh. Dia kemudian mendatangi raja dan duduk kepadanya sebagaimana selama ini duduk menemani raja. Maka raja bertanya kepadanya,” Siapa yang telah mengembalikan penglihatanmu ini ?”, dia menjawab,” Tuhanku dan Tuhan Anda adalah Allah.” Maka raja menghukumnya dan terus menyiksanya. Sampai akhirnya dia menunjukkan kepada pemuda itu. Pemuda itupun didatangkan, dan raja berkata kepadanya,” Hai putraku, sihirmu telah sampai pada tingkat menyembuhkan penyakit buta bawaan, sopak, dan engkau telah berbuat dan berbuat !” Maka dia menjawab,” Sesungguhnya saya tidak bisa menyembuhkan siapapun, sesungguhnya yang menyembuhkan itu adalah AllahTa’ala.” Maka raja menghukumnya dan terus menyiksanya hingga dia menunjukkan pada rahib. Rahib pun dihadirkan dan dikatakan kepadanya,” Tinggalkan agamamu !” Dia menolak, maka raja memerintah menghadirkan gergaji. Lalu gergaji itu diletakkan di tengah kepalanya, maka ia membelahnya hingga robohlah kedua belahan itu. Kemudian teman dekat raja dihadirkan dan dikatakan kepadanya,” Tinggalkan agamamu itu !” Diapun menolak, maka gergaji pun diletakkan di tengah-tengah kepalanya, dia membelahnya hingga ia robohlah kedua belahannya itu. Kemudian pemuda itu dihadirkan dan dikatakan kepadanya,” Tinggalkanlah agamamu !” Dia menolak, maka raja menyodorkannya kepada sekelompok sahabatnya. Dia berkata,” Pergilah, bawa ia ke gunung ini dan itu, dan jika kamu telah sampai pada puncaknya, maka jika dia meninggalkan agamanya (bebaskan dia) tetapi jika tidak maka lemparkanlah dia.”

Mereka membawanya pergi dan membawanya ke puncak gunung. Maka pemuda itu berdoa,” Ya Allah, cukupkanlah saya terhadap mereka dengan sesuatu yang engkau kehendaki.” Maka gunung pun bergetar menggoncang mereka dan mereka berjatuhan. Dia berjalan menuju raja. Maka raja bertanya kepadanya ,” Apa yang telah dilakukan sahabat-sahabatmu ?” Dia menjawab ,” Allah Ta’ala telah mencukupi aku terhadap mereka.” Maka raja menyerahkan kepada sekelompok sahabatnya dan bertitah,” Bawalah dia dan naikkan dia di atas sebuah perahu hingga ke tengah laut. Jika dia meninggalkan agamanya (lepaskan), jika tidak maka ceburkan dia.” Maka mereka membawanya. Dia berdoa,” Ya Allah cukupkanlah saya terhadap mereka dengan sesuatu yang Engkau kehendaki,.” Maka tiba-tiba kapalpun terbalik dan mereka mati tenggelam. Dia berjalan mendatangi raja. Raja bertanya kepadanya,” Apa yang telah dilakukan oleh sahabat-sahabtmu ?” Dia menjawab,” Allah Ta’ala telah mencukupi aku terhadap mereka.” Lalu dia berkata kepada raja,” Sesungguhnya Anda tidak bisa membunuh saya hingga Anda mau mengerjakan apa yang saya perintahkan kepada Anda.” Dia bertanya,” Apa itu ?.” Dia menjelaskan,” Anda kumpulkan orang-orang dalam satu tanah lapang dan Anda salib saya di atas pohon korma, kemudian ambillah satu anak panah dari tempat penyimpanan (kantong) anak panah saya, kemudian letakkan anak panah tepat pada tengah-tengah busur kemudian ucapkanlah,” Dengan menyebut nama Allah, Tuhannya pemuda ini”, kemudian panahlah saya, maka sesungguhnya jika Anda melakukan hal tersebut maka Anda pasti bisa membunuh saya.”

Dia lalu mengumpulkan orang-orang dalam satu tanah lapang dan menyalibnya di atas batang pohon korma. Kemudian dia mengambil satu anak panah dari kantongnya, kemudian meletakkan anak panah di tengah-tengah busur panah. Kemudian mengucapkan,” Dengan menyebut nama Allah, Tuhannya pemuda ini.” Kemudian dia membidikkan anak panah itu kepadanya. Maka anak panah itu tepat mengenai pelipisnya. Dia meletakkan tangannya pada pelipisnya kemudian meninggal. Maka orang-orang mengucapkan,” Kami beriman dengan Tuhannya pemuda ini.” Raja kemudian dihadirkan dan diberitahu,” Apakah Anda melihat apa yang dulu Anda khawatirkan ?, orang-orang telah beriman.” Maka dia memerintah menggali parit di mulut-mulut jalan yang ada di antara rumah-rumah. Maka paritpun digali dan api dikobarkan di dalamnya. Raja lalu berkata,” Siapa yang tidak kembali dari agamanya, maka lemparkan ia ke dalamnya.” Atau diperintahkan kepadanya,” Masuklah !” Mereka lalu melakukan hingga datang seorang wanita, bersamanya adalah seorang pemuda kecil miliknya. Wanita itu enggan untuk menceburkan diri di dalam api maka anak kecil itu berkata kepadanya,” Ibu bersabarlah, sesungguhnya engkau berada di atas yang benar.” (HR. Muslim)

No comments: