Profesor Wanita Amerika Masuk Islam
Subhanallah, Allahu Akbar ...
Demi waktu. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh, dan nasehat-menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat-menasehati supaya menetapi kesabaran.
Subhanallah, Allahu Akbar ...
Diposkan oleh M. Fuad Hasan (Andi S) di 5:50 AM 1 komentar
Label: mualaf
Subhanallah ... Allahu Akbar ...
Diposkan oleh M. Fuad Hasan (Andi S) di 5:02 AM 0 komentar
Label: mualaf
Pada pertengahan abad ke 12, di Syria terdapat sebuah kelompok rahasia para penghisap ganja. Mereka berusaha merebut tahta kepemimpinan Islam pada masa itu dengan cara-cara kekerasan. Kelompok ini memiliki struktur organisasi rapi. Mereka membangun sistem sel bawah tanah. Membentuk agensi dan spionase dengan struktur kepemimpinan piramidal. Jaringan intelijen piramidal ini mereka gerakkan di tengah masyarakat Muslim di seluruh dunia.
Dalam kepemimpinan piramidal ini, ada satu pemimpin tertinggi. Tugasnya mengatur seluruh agen di berbagai wilayah masyarakat Muslim. Para eksekutor kelompok dalam organisasinya ini disebut Assassins.
Semula, kelompok Assassins ini disebut Nizariyah. Karena, mereka berusaha mengembalikan Pangeran Nizar al-Toyyib ke tahta kekuasaan Mesir. Nizariyah melakukan cara ini karena yakin bahwa Pangeran Nizar al-Toyyib adalah reinkarnasi Nabi Ismail as. Namun berkali Nizariyah salah patron dan gagal meraih tujuan. Akhirnya mereka berinovasi menentukan pemimpin.
Merasa mendapat jalan buntu dan jengah mengalami kegagalan akibat salah memilih pemimpin, Nizariyah mereorientasi sistem organisasi dan bertindak berbeda dengan cara-cara sebelumnya. Kali ini Nizariyah melanggar syariah Islam. Mereka menyabotase dan mengadopsi secara compang-camping akidah Syiah tentang Imam Mahdi. Dengan dalih mempersiapkan diri untuk menyambut datangnya Imam Mahdi, Imam ke-12 yang diagungkan masyarakat Syiah, kelompok Nizariyah melancarkan serangan bawah tanah kepada orang-orang yang dianggap musuhnya.
Perbuatan Nizariyah ini jelas bertentangan dengan syariah Islam yang disampaikan Nabi Muhammad SAW dan keyakinan masyarakat Syiah. Kepemimpinan Nabi pamungkas ini (menurut keyakinan Syiah, amanah) dilanjutkan oleh 12 Imam. Imam terakhir adalah Imam Mahdi yang dijanjikan Allah SWT sebagai penegak keadilan akhir zaman.
Sehebat apapun atraksi mereka, meski mengklaim gerakannya demi mempersiapkan kehadiran Imam Mahdi, sangat jelas mereka melanggar Syariat Islam Syiah. Misalnya, kelompok Nizariyah membolehkan setiap pemimpin mereka memiliki hak istimewa; meminum anggur hingga mabuk, menghisap ganja hingga teler. Lebih fatal lagi, pemimpin mereka dihalalkan membunuh umat Islam lainnya dengan dalih jihad. Penyimpangan total terhadap Syariat Islam yang mereka lakukan menjadi alasan para ulama Syiah mendakwa mereka sebagai orang-orang murtad dan sesat.
Setelah dinyatakan bersalah dan sesat, kelompok Nizariyah meninggalkan Mesir dan pindah ke Syria. Kemudian, di sana kaum Nizariyah dikenal sebagai kelompok Hashshasin. Bahasa Inggris mengkonversi kata ini menjadi Assassins, artinya para pembunuh. Namun penegasan ini masih mengandung kontroversi. Hashshasin yang diartikan “penghisap ganja”, menurut beberapa pakar Bahasa Arab berasal dari kata yang artinya “penjaga rahasia-rahasia”.
Selanjutnya, dalam kendali kepemimpinan Hasan Bin Sabah, kelompok Assassins banyak melakukan serangan gerilya secara keji. Mereka menyerang kota Baghdad dari markas besar Lembah Alamut, di sebelah utara Persia. Mereka berusaha menggulingkan penguasa pada masa itu.
Dalam The History of The Assassins, Amin Maluf menjelaskan bahwa Hasan Bin Sabah adalah master budaya dan penyair yang menguasai sains modern. Hasan Bin Sabah berusaha keras membangun organisasi Assassins. Dia adopsi teknik-teknik Darul Hikmat di Kairo, Mesir. Dia berambisi memajukan organisasi yang dipimpinnya itu. Terbukti, setelah dua abad lebih, kelompok Assassins lihai membunuh musuh-musuhnya dengan racun dan senjata. Kelompok ini juga mahir melakukan serangan-serangan bawah tanah yang pernah menjadi momok di kawasan Timur Tengah.
Benteng Assassins Lembah Alamut menjadi salah satu legenda Persia yang terkenal dengan sebutan “ surga dunia”. Marco Polo terkesan akan kemegahan dan kemewahan Benteng Alamut. Usai perjalanannya melintasi benteng itu pada tahun 1271 M, dia menulis :
Di lembah elok itu, di antara dua gunung tinggi menjulang, dia (Hasan Bin Sabah) membangun taman-taman mewah. Di dalamnya tumbuh semua pohon berbuah ranum dan segala tumbuhan harum yang bisa dipetik. Istana-istana dengan ragam luas dan bentuk dibangun di setiap hamparan taman yang berbeda-beda. Istana-istana itu dihias batu emas. Di dinding-dindingnya bergelantungan lukisan-lukisan. Di jendela-jendelanya bermacam kelambu sutra mewah terpajang.
Di ruang-ruang istana, suguhan anggur, susu, madu, dan air bersih tersaji di tiap sudutnya. Penghuninya gadis-gadis cantik molek. Mereka semua pandai bernyanyi, memainkan berbagai alat musik, dan menari. Mereka semua manja serta memikat dengan sejuk.
Sebuah kastil kokoh, seolah mustahil dihancurkan menancap di gerbang. Dia ingin tak seorangpun masuk ke “surga dunia” itu tanpa izinnya. Itulah pintu masuk menuju lembah elok itu.
Hasan Bin Sabah merekrut para pemuda di wilayahnya sebagai pengikutnya dengan cara membius mereka dan mengangkutnya ke lembah itu. Setelah sadar, ternyata mereka berada di “surga dunia” itu. Pemandangan surga dunia dipamerkan kepada mereka. Segala kenikmatan bius mereka rasakan berbarengan dengan doktrin-doktrin sebelum akhirnya dilepas kembali ke tengah masyarakat.
Setelah para pemuda itu diculik oleh Hasan Bin Sabah untuk dijadikan murid, ketika itu mereka dicuci otak dengan berbagai merek dan tipe tipu daya. Akal sehat mereka menjadi hilang. Bagi mereka, sosok Hasan Bin Sabah adalah segalanya. Moto mereka kemudian : Tak ada larangan ! Semua halal !
Para pemuda “berotak baru” itu telah terbiasa dengan kenikmatan di lembah “surga dunia”. Akhirnya mereka merasakan dunia luar tak bernilai apa-apa. Mereka mabuk doktrin Hasan Bin Sabah. Setelah terbiasa dengan kemewahan, ketika mereka dikembalikan di lingkungan semula yang sarat dengan kerja keras dan hambatan-hambatan, timbul rasa ingin kembali ke taman surgawi Hasan Bin Sabah. Untuk mendapatkan lagi kenikmatan “surga dunia” itu, mereka halalkan segala cara dan rela meski nyawa sebagai taruhan.
Art of Imposture (seni menipu). Begitu Abdul Rahman menulis. Dia catat muslihat Hasan Bin Sabah ketika memerintah seorang murid terdekatnya yang memiliki loyalitas tinggi ditanam hingga leher. Kemudian murid yang hanya kelihatan kepalanya di atas tanah itu dilumuri darah segar. Tampaklah kepala itu tanpa tubuh. Sebelumnya murid terdekat itu dikabarkan terpenggal kepalanya di medan perang. Setelah murid loyal itu benar-benar tampak seolah mati, Hasan Bin Sabah mengumpulkan murid-murid barunya untuk menyaksikan kepala berlumur darah tanpa tubuh itu. Di depan murid-murid baru itu, murid loyal yang hanya tampak kepalanya di atas tanah itu mengabarkan kenikmatan surga.
Murid-murid barupun mendengar syair-syair palsu tentang surga yang terujar dari kepala berlumur darah itu. Indah dan menggiurkan. Mereka menyangka, seniornya itu telah masuk surga. Setelah Hasan Bin Sabah benar-benar yakin bahwa murid-muridnya telah terbius oleh tipu dayanya, dia memerintah mereka kembali ke “surga dunia”. Kemudian, murid yang ditanam hingga leher itu benar-benar dipenggal. Untuk menyempurnakan tipu muslihatnya, Hasan Bin Sabah memajang kepala itu di tiang ritual hingga selalu bisa disaksikan seluruh penduduk lembah “surga dunia”. Murid-muridpun terbius surga palsu.
Arkun Daraul dalam karyanya A History of Secret Societies, membagi kelompok rahasia pengikut Assassins menjadi tiga lapis. Pertama, para misionaris (Dayes), kedua para sahabat (Rafiq), ketiga adalah murid-murid yang teruji kesetiaannya, pecintanya (Muhibbin). Golongan terakhir adalah para eksekutor terlatih. Para muhibbin mencirikan diri dengan topi putih dan sepatu boot merah. Ketiga lapis kelompok Assassins, selain mahir menghunjam belati di dada korbannya, mereka juga menguasai bermacam bahasa. Ada kalanya mereka berdandan dan berperilaku seolah pendeta. Mereka juga berbaur dengan masyarakat dengan menjadi pedagang dan serdadu. Intinya, mereka siap menyamar apa saja sebagai kedok demi menjalankan misi dan meraih tujuan.
Kata sandi anggota Assassins adalah “dari surga”. Setiap ada “surat perintah jalan” untuk misi, eksekutor Assassins akan mendapat pertanyaan, “Dari mana asalmu ?” sang eksekutor pun menjawab,”Dari surga”. Setelah dipastikan, instruksi dimandatkan,” Bunuhlah fulan/fulanah. Setelah berhasil, kau akan kembali menghuni surga. Jemputlah kematian ! Karena para malaikat tak sabar mengangkatmu ke surga.”
Pengaruh Assassins menyebar ke seantero jagad hingga pertengahan abad 13. Setelah Hasan Bin Sabah terbunuh di tangan anaknya sendiri, Muhammad, kelompok Assassins mengalami kemunduran. Kemudian Muhammad juga dibunuh anaknya sendiri. Tahun 1256, markas besar Assassins, Benteng Alamut, jatuh ke tangan penjajah Mongol yang menandai akhir riwayat Assassins.
Pada awal abad 16, pemerintahan Ottoman yang berkuasa, menghancurkan pertahanan terakhir Assassins yang tak terkalahkan pada masanya. Perubahan besar ini menjadikan dinasti pemimpin Nizariyah Ismailiyah memodernisasi organisasinya. Agha Khan adalah tokoh utamanya. Kemudian mereka menghilangkan citra Assassins atau ‘pembunuh’. Organisasi yang berubah total ini mensyaratkan toleransi kepada sesama umat manusia sebagai lanskap kegiatannya dan melaksanakan perintah Al-Quran. []
Disalin dari Buku Secret Societies - 21 Organisasi Perusak Dunia, Michael Bradley, Rajut Publishing House, Jakarta, Juli 2008. Judul asli : The Secret Societies Handbook, diterbitkan oleh Octopus Publishing, London, 2005.
Kunjungi distributor buku : Lutfi Agency
Diposkan oleh M. Fuad Hasan (Andi S) di 3:30 PM 0 komentar
Label: masuniah
Ini adalah salah satu kisah yang diceritakan Nabi Muhammad SAW kepada para sahabat beliau. Saya salin dari kitab Riyadus Shalihin Bab 3, tentang Sabar :
Dari Shuhaib r.a. bahawasanya Rasulullah s.a.w. bersabda: "Ada seorang raja pada umat sebelum kamu, dia memiliki satu orang tukang sihir. Ketika dia sudah tua, dia berkata kepada raja: "Sesungguhnya saya telah lanjut usia, maka utuslah kepada saya seorang pemuda agar saya mengajarinya ilmu sihir." Maka raja mengutus seorang pemuda kepadanya untuk diajari sihir. Dan dalam perjalanan pemuda itu menjumpai seorang rahib (pendeta Nasrani), maka dia duduk kepada rahib dan mendengarkan ucapannya, ternyata dia terkesan. Maka apabila ia akan menemui tukang sihir, ia menemui rahib dan duduk kepadanya. Dan apabila mendatangi tukang sihir ia dipukulnya (karena mesti terlambat, pent.) Maka hal itu dia adukan kepada rahib. Rahib akhirnya berkata: "Kalau kamu takut tukang sihir maka katakanlah “Saya tertahan oleh keluarga saya”, dan apabila kamu takut pada keluargamu, maka katakan “Saya tertahan oleh tukang sihir."
Tatkala dia seperti itu tiba-tiba dia memergoki seekor binatang besar yang telah merintangi orang-orang. Maka dia berkata,” Hari ini saya akan mengetahui tukang sihir yang lebih afdhal ataukah rahib yang lebih afdhal?.” Maka dia mengambil sebuah batu kemudian dia berdoa,” Ya Allah, jikalau perkara sang rahib yang lebih engkau cintai daripada perkara tukang sihir, maka bunuhlah hewan ini sehingga orang-orang bisa berlalu.” Kemudian ia melemparkan batu itu, dia berhasil membunuhnya dan orang-orangpun bisa meneruskan perjalanan. Kemudian dia mendatangi rahib dan menceritakan (kejadian itu) kepadanya. Maka rahib berkata,” Hai putraku, engkau sekarang lebih utama daripada aku, perkaramu telah sampai pada apa yang aku lihat. Dan sesungguhnya engkau bakal diuji. Jika engkau benar-benar diuji maka janganlah engkau menunjukkan kepada aku.”
Dan adalah pemuda tadi bisa menyembuhkan buta bawaan, sopak, dan mengobati orang-orang dari semua penyakit (dengan izin Allah, pent.). Maka seorang buta yang dekat dengan raja mendengar hal itu. Akhirnya dia mendatangi pemuda itu dengan membawa hadiah yang melimpah, dia berkata,” Semua yang ada di sini adalah untukmu jika kamu bisa menyembuhkan aku.” Maka pemuda itu berkata, ”Sesungguhnya saya tidak bisa menyembuhkan seorangpun, sesungguhnyalah yang menyembuhkan itu adalah Allah Ta’ala. Jika anda beriman kepada Allah Ta’ala saya akan memohon kepada Allah, maka Dia pasti menyembuhkanmu.” Lalu orang itu beriman kepada Allah dan Allah Ta’ala membuatnya sembuh. Dia kemudian mendatangi raja dan duduk kepadanya sebagaimana selama ini duduk menemani raja. Maka raja bertanya kepadanya,” Siapa yang telah mengembalikan penglihatanmu ini ?”, dia menjawab,” Tuhanku dan Tuhan Anda adalah Allah.” Maka raja menghukumnya dan terus menyiksanya. Sampai akhirnya dia menunjukkan kepada pemuda itu. Pemuda itupun didatangkan, dan raja berkata kepadanya,” Hai putraku, sihirmu telah sampai pada tingkat menyembuhkan penyakit buta bawaan, sopak, dan engkau telah berbuat dan berbuat !” Maka dia menjawab,” Sesungguhnya saya tidak bisa menyembuhkan siapapun, sesungguhnya yang menyembuhkan itu adalah AllahTa’ala.” Maka raja menghukumnya dan terus menyiksanya hingga dia menunjukkan pada rahib. Rahib pun dihadirkan dan dikatakan kepadanya,” Tinggalkan agamamu !” Dia menolak, maka raja memerintah menghadirkan gergaji. Lalu gergaji itu diletakkan di tengah kepalanya, maka ia membelahnya hingga robohlah kedua belahan itu. Kemudian teman dekat raja dihadirkan dan dikatakan kepadanya,” Tinggalkan agamamu itu !” Diapun menolak, maka gergaji pun diletakkan di tengah-tengah kepalanya, dia membelahnya hingga ia robohlah kedua belahannya itu. Kemudian pemuda itu dihadirkan dan dikatakan kepadanya,” Tinggalkanlah agamamu !” Dia menolak, maka raja menyodorkannya kepada sekelompok sahabatnya. Dia berkata,” Pergilah, bawa ia ke gunung ini dan itu, dan jika kamu telah sampai pada puncaknya, maka jika dia meninggalkan agamanya (bebaskan dia) tetapi jika tidak maka lemparkanlah dia.”
Mereka membawanya pergi dan membawanya ke puncak gunung. Maka pemuda itu berdoa,” Ya Allah, cukupkanlah saya terhadap mereka dengan sesuatu yang engkau kehendaki.” Maka gunung pun bergetar menggoncang mereka dan mereka berjatuhan. Dia berjalan menuju raja. Maka raja bertanya kepadanya ,” Apa yang telah dilakukan sahabat-sahabatmu ?” Dia menjawab ,” Allah Ta’ala telah mencukupi aku terhadap mereka.” Maka raja menyerahkan kepada sekelompok sahabatnya dan bertitah,” Bawalah dia dan naikkan dia di atas sebuah perahu hingga ke tengah laut. Jika dia meninggalkan agamanya (lepaskan), jika tidak maka ceburkan dia.” Maka mereka membawanya. Dia berdoa,” Ya Allah cukupkanlah saya terhadap mereka dengan sesuatu yang Engkau kehendaki,.” Maka tiba-tiba kapalpun terbalik dan mereka mati tenggelam. Dia berjalan mendatangi raja. Raja bertanya kepadanya,” Apa yang telah dilakukan oleh sahabat-sahabtmu ?” Dia menjawab,” Allah Ta’ala telah mencukupi aku terhadap mereka.” Lalu dia berkata kepada raja,” Sesungguhnya Anda tidak bisa membunuh saya hingga Anda mau mengerjakan apa yang saya perintahkan kepada Anda.” Dia bertanya,” Apa itu ?.” Dia menjelaskan,” Anda kumpulkan orang-orang dalam satu tanah lapang dan Anda salib saya di atas pohon korma, kemudian ambillah satu anak panah dari tempat penyimpanan (kantong) anak panah saya, kemudian letakkan anak panah tepat pada tengah-tengah busur kemudian ucapkanlah,” Dengan menyebut nama Allah, Tuhannya pemuda ini”, kemudian panahlah saya, maka sesungguhnya jika Anda melakukan hal tersebut maka Anda pasti bisa membunuh saya.”
Dia lalu mengumpulkan orang-orang dalam satu tanah lapang dan menyalibnya di atas batang pohon korma. Kemudian dia mengambil satu anak panah dari kantongnya, kemudian meletakkan anak panah di tengah-tengah busur panah. Kemudian mengucapkan,” Dengan menyebut nama Allah, Tuhannya pemuda ini.” Kemudian dia membidikkan anak panah itu kepadanya. Maka anak panah itu tepat mengenai pelipisnya. Dia meletakkan tangannya pada pelipisnya kemudian meninggal. Maka orang-orang mengucapkan,” Kami beriman dengan Tuhannya pemuda ini.” Raja kemudian dihadirkan dan diberitahu,” Apakah Anda melihat apa yang dulu Anda khawatirkan ?, orang-orang telah beriman.” Maka dia memerintah menggali parit di mulut-mulut jalan yang ada di antara rumah-rumah. Maka paritpun digali dan api dikobarkan di dalamnya. Raja lalu berkata,” Siapa yang tidak kembali dari agamanya, maka lemparkan ia ke dalamnya.” Atau diperintahkan kepadanya,” Masuklah !” Mereka lalu melakukan hingga datang seorang wanita, bersamanya adalah seorang pemuda kecil miliknya. Wanita itu enggan untuk menceburkan diri di dalam api maka anak kecil itu berkata kepadanya,” Ibu bersabarlah, sesungguhnya engkau berada di atas yang benar.” (HR. Muslim)
Diposkan oleh M. Fuad Hasan (Andi S) di 5:19 AM 0 komentar
Label: mualaf
Beberapa hari terakhir ini, blog saya kedatangan tamu yang sangat "istimewa". Melalui shoutbox dan komentar di blog amanah, dia mencoba berpromo kepada pembaca yang lain untuk masuk ke situsnya yang sangat provokatif. Saya katakan provokatif karena situs tersebut menjelek-jelekkan Islam dengan sangat keji. Dan lagi, dia tidak bisa adil dalam menyatakan pendapat di blognya, karena : 1. Identitas pribadinya disembunyikan, 2. Komentar atau tanggapan pembaca juga di-moderasi (yang nggak dia sukai, akan di-delete)
Kepada para pembaca, khususnya yang Muslim, saya sarankan untuk tidak membaca situs-situs seperti itu. Saya sudah sering membaca situs dan berdebat dengan orang semacam itu. Hanya rasa dongkol yang didapat, dan buang-buang energi saja. Saya ibaratkan, saat ini perjalanan kita sudah sampai pada suatu taman yang indah, sejuk, dan nikmat. Taman dimana semua orang menginginkan untuk berada di situ. Lalu tiba-tiba ada orang aneh yang yang berteriak-teriak kepanasan. Maka, sebaiknya kita abaikan saja celotehan orang majnun tadi. Kita doakan saja, semoga makhluk Allah yang tidak jelas asal-usul dan identitasnya ini segera diberi hidayah. Telah kita ketahui, bahwa beberapa orang yang awalnya membabi-buta memusuhi Islam, pada akhirnya justru akan menjadi pembela Islam yang tangguh. Dan yang meluluhkan hatinya biasanya bukanlah perdebatan dan perang logika yang meledak-ledak, namun hidayah Tuhan yang sederhana namun menghanyutkan. Kita tunggu saja kesaksiannya pada masa yang akan datang, Insya Allah ...
Terhadap keadaan kita sendiri, masih banyak yang harus kita pelajari lebih dalam lagi sebagai Muslim. Sudahkah Anda membaca Al-Quran, Tafsir Ibnu Katsir, Riyadush Sholihin, Bulughul Maram, Fathul Majid, Syamail Muhammad, Shahih Bukhari-Muslim, dll, yang merupakan kitab dasar yang seharusnya "wajib" kita pelajari ? (Saya sendiri baru mau sih) Maka, lupakan celotehan si majnun ini, dan mari segera cari dan baca kitab-kitab di atas. Semoga kita termasuk orang-orang yang senantiasa memikirkan dan mempersiapkan kehidupan akhirat. Amin
Sehubungan dengan almajnun di atas, saya pernah melihat kejadian lucu seperti ini. Saat itu saya sedang berada di suatu warung makan Padang. Saya lihat di meja sebelah saya ada sepasang muda-mudi yang juga sedang makan. Tiba-tiba, ada seorang laki-laki pejalan kaki di depan warung, yang tiba-tiba berhenti berjalan, lalu memelototi sepasang muda-mudi di meja sebelah saya, dengan pandangan mata yang menantang dan tubuh yang dicondongkan ke arah ruang dalam warung. Tentu saja sang pemuda yang dipelototi langsung emosi dan berdiri, hendak menghabisi orang aneh tadi. Apalagi dia sedang bersama teman wanitanya. Namun, beberapa detik kemudian akhirnya pemuda tadi sadar, bahwa orang aneh tadi ternyata orang gila, yang gilanya barusan saja (terlihat dari pakaiannya yang masih rapi dan kulitnya yang masih bersih). Ini diperkuat lagi oleh sang pemilik warung, yang mengatakan bahwa dia sudah beberapa kali melihat kejadian seperti itu di warungnya. Kontan saja si pemuda dan pemudi yang sempat emosi tadi langsung cengar-cengir dan duduk kembali melanjutkan makannya. Mungkin pikirnya, "Untung saya tidak ikut-ikutan gila dengan menanggapi orang gila tadi". Sedangkan the new orgill tadi lama-lama ngeloyor pergi setelah tidak mendapat tanggapan dari audiens. Kesimpulannya, jangan terpancing dan emosi dulu ketika mendapat provokasi dari orang lain. Lihat-lihat dulu siapa orangnya.
O ya, masih ada kaitannya dengan almajnun di atas, ada ulama yang pernah mengatakan (kurang lebih) : "Kalau ada orang buta yang mengatakan bahwa matahari itu berwarna hijau, mengapa kita harus mempermasalahkannya ?" Ya kita maklumi saja ...
Diposkan oleh M. Fuad Hasan (Andi S) di 9:59 PM 3 komentar
Label: ekspresiku
Hidayatullah.com--“Sejuta kata-kata tak cukup untuk mengekspresikan bagaimana kecintaan saya kepada Allah. Inilah yang saya rasakan saat ini. Islam ibarat darah yang mengalir di sekujur tubuh hingga ke ujung jari saya. Ketika bercakap-cakap dengan Allah di dalam shalat, sangat indah,” kata Tatiana.
“Saya berterima kasih kepada Allah SWT atas hadiah yang sangat berharga ini, yakni menjadikan saya sebagai seorang Muslim. Sepanjang hidup kini hanya untuk memuji dan mensyukuri nikmat-Nya,” kata dia lagi.
Suka traveling
Sebelum seperti sekarang, perjalanan Tatiana menuju Islam cukup sederhana dan tidak melewati jalan yang rumit. Kadang dia mengaku sering tersenyum sendiri jika ingat perkenalan pertamanya dengan Islam. “Traveling adalah kesukaan saya. Kami sering bepergian sekeluarga dengan berkunjung ke berbagai negara. Negara-negara Muslim telah banyak pula jadi tempat liburan kami,“ akunya.
“Mesir merupakan negara terakhir yang pernah kami kunjungi. Budaya dan segala rupa keunikan masyarakatnya sangat berkesan di hati,“ kenangnya. Di sana pula pertama kali Tatiana bersentuhan secara dekat dengan mesjid. Namun waktu ke sana dia belum sempat masuk ke dalamnya. “Waktu itu saya mengira, karena bukan Muslim, dilarang masuk ke dalam mesjid,“ katanya.
“Tapi jujur saya katakan, ketika mendengar suara azan, saya merasakan getaran-getaran aneh dalam hati,“ aku dia. Ketika itu Tatiana seakan terhipnotis dan tak mendengar suara lain kecuali suara yang berkumandang melalui menara mesjid. Dia benar-benar terpikat dengan suara azan. “Yang lebih berkesan lagi adalah tatkala melihat orang-orang yang berkumpul di dalam mesjid, penuh dengan kesan kesatuan dan kasih sayang dikala mendirikan shalat. Hal itu hingga kini masih sangat berbekas dalam ingatan saya,“ katanya lagi.
Tertarik bahasa Arab
“Oya saat itu saya tidak banyak tahu tentang Islam. Sama sekali nol. Berbanding terbalik dengan apa yang telah saya ketahui hari ini,“ kata dia. Tatiana masih ingat, waktu ketika kembali dari Kairo, dia sangat tertarik sekali belajar bahasa Arab. “Secara tiba-tiba bahasa Arab menjadi salah satu bahasa yang paling indah di dunia,“ tukasnya. Sayangnya di kota tempat Tatiana tinggal tidak ada kursus yang menyelenggarakan bahasa Arab. Kala itu cuma ada bahasa Inggris dan Jerman.
Pernah pihak sekolah berencana membuka kelas bahasa Arab. Tapi dibatalkan. “Waktu itu mau masuk puasa Ramadhan. Rupanya sang guru yang berasal dari Arab, mau pulang liburan ke kampung halamannya. Makanya dibatalkan. Tentu saja saya kecewa berat,“ sambung Tatiana.
Beberapa lama dia vakum dari mempelajari bahasa Arab. Namun dia mengaku memang sangat “haus” untuk mempelajari Islam dan bahasa Arab secara lebih mendalam. “Tak lama saya mulai belajar Islam lagi, secara perlahan. Mulai dari awal sekali. Belajar melalui internet. Berbagai website tentang Islam saya telusuri. Begitu juga semua chanel di TV yang menyajikan acara tentang Islam dan Muslim tak pernah saya lewati,” tuturnya. Dia juga ikut sebuah forum khusus untuk wanita via internet. Ya melalui internet Tatiana banyak belajar Islam.
Ikut kelas Al-Quran
Ada juga beberapa warga Muslim Slowakia yang membantunya dalam memahami Islam. Pernah satu ketika seorang Muslimah asal Kosice memberitahukan akan ada kelas bahasa Arab dan Alquran. Kosice merupakan sebuah region di Slowakia yang memiliki luas wilayah 6.753 km² dan populasi penduduk 766.012 jiwa. “Muslimah itu cukup saya kenal wajahnya sebab sering tampil di acara talk show menceritakan tentang Islam dan Muslim,” kenangnya.
“Saya tentu saja tak menyia-nyiakan kesempatan itu dan segera mengirim email kepadanya memberitahukan keikutsertaan saya. Kami ketemu sepekan kemudian. Bukan main. Orangnya sangat ramah dan santun sekali. Wajahnya memancarkan kedamaian,” aku Tatiana lagi.
Satu sifat Tatiana, yakni dia selalu berprasangka baik terhadap orang lain. Jadi tak sulit baginya untuk belajar sesuatu yang baru. Tak ada rasa takut tentang die\sebut teroris, misalnya. “Saya belajar dari siapa saja. Saya hadir bersama rekan Muslimah tersebut ke kelas bahasa Arab. Tak berapa lama saya punya banyak kenalan baru. Saya hadir secara rutin dan sangat menikmati kelas Alquran,” katanya. Ketika itu dia belum masuk Islam lagi, namun tak menghalanginya untuk belajar Quran. Semua yang ada di kelas sangat respek dan membantu setiap kesulitan yang dihadapinya.
Selepas beberapa bulan kemudian kelas bahasa Arab berakhir. Tapi keakraban di antara mereka telah terjalin begitu kental. “Kami sering bertemu. Bahkan sering kami diskusi berjam-jam lamanya. Bagi saya hal itu sangat membantu untuk mengenal kehidupan Islam lebih dalam,” imbuh dia.
Waktu itu Tatiana masih ragu-ragu, antara masuk Islam dan tidak. “Saya masih menghadapi dilema soal itu. Tapi batin saya mengatakan itu bukan hal krusial. Yang paling penting sekarang adalah belajar mengenal dan mencintai Tuhan (Allah).
Saya bertanya kepada kawan-kawan Muslimah lainnya, kapan waktu yang tepat (untuk masuk Islam). Mereka secara diplomatis menjawab bahwa tanda itu nanti akan datang dengan sendirinya. Mereka menyebutnya dengan hidayah Allah.”
Keluarga Tatiana berlatar belakang Kristen Katolik. Namun dia mengaku tak ada seorang pun yang membimbingnya belajar agama. Praktis sejak kecil dia tak menganut agama apapun. “Ibu memberikan kebebasan bagi saya untuk memilih keyakinan. Dia tak memaksa. Semua terserah saya. Keluarga saya bahkan tak pernah pergi ke gereja,” katanya berterus terang Namun Tatiana mengaku, di antara anggota keluarga yang lain dialah yang lebih “alim”. “Saya merasa Tuhan itu ada dan dekat sekali.”
Waktu berlalu dan semuanya berjalan biasa saja, tak ada kejutan yang berarti. Saban hari Tatiana berdoa supaya Tuhan beri petunjuk kepadanya untuk jadi seorang Muslim.
Debar aneh
Pas musim panas Tatiana menghabiskan waktu liburannya di rumah nenek. Selepas liburan dan kembali ke rumah dia merasakan sesuatu yang lain dalam hati. Sesuatu yang amat “spesial“ itu hadir secara tiba-tiba. Spontan Tatiana teringat dengan kata-kata teman Muslimahnya:”Satu saat kamu akan dapatkan petunjuk dari-Nya.“
“Entah mengapa saya persis seorang anak kecil yang baru mendapatkan sesuatu. Mendadak saya merasakan gairah yang hebat untuk segera menjadi seorang Muslim. Tuhan serasa membimbing saya,” aku dia. Tatiana benar-benar ingin segera dekat dengan Yang Kuasa.
Dia percaya kebenaran telah datang. Allah telah kirimkan kepadanya. Tekad Tatiana sudah bulat. Dia tidak ragu-ragu lagi untuk memeluk Islam. “Saya yakin pilihan saya benar adanya. Jika Anda tanya kenapa, saya tak mampu menjawabnya. Tapi saya yakin dengan sinyal ini,” tukas Tatiana.
Bersyahadah
Tatiana memberitahukan rekan Muslimah yang pertama kali membimbingnya. “Tak berapa lama saya pun bersyahadah. Rekan-rekan memeluk saya dengan penuh kasih sayang. Saya merasa seperti “orang baru” di dunia ini. Seperti dilahirkan kembali. Menurut Alquran semua dosa-dosa masa lalu dihapuskan. Bak kain putih, tak ada noda lagi. Saya sudah siap untuk menjalani kehidupan baru ini,” kenangnya.
Pada awal keislaman, dia semakin banyak bertanya terutama hal-hal yang prinsipil dalam Islam. “Saya ingin tahu apa saja, dari nol. Jujur saja, keinginan untuk belajar sangat menggelegak ketika itu. Islam benar-benar telah “membangunkan” kehidupan baru bagi saya. Saya inginnya mendapat semua informasi, dari hukum-hukum hingga sejarah Islam dan bermaksud meneruskannya ke koleganya yang lain,” kata dia penuh obsesi.
“Contekan” shalat
“Oya usaha pertama saya untuk shalat sangat amatiran sekali. Tapi semuanya benar-benar keluar dari hati, bukan paksaan,” kenang dia. Ketika baru pertamakali belajar, dia menulis semua tatacara shalat di secarik kertas. Begitu juga dengan ayat Alquran, ditulisnya di secarik kertas. Jadi dia membaca “contekan“ di kertas tersebut sembari shalat. Bukan main. “Tahu tidak, sekitar tiga minggu kemudian saya sudah bisa mengerjakan shalat tanpa bantuan kertas itu lagi,” ujarnya senang.
“Saya selalu berdoa kepada Allah agar dimudahkan dalam belajar Islam,” tukasnya. “Islam agama yang sangat indah, “ kata dia lagi.
Di akhir penuturannya, dia berharap dapat terus dekat dengan Allah dan melakukan segala hal semata-mata karena perintah-Nya. “Menghindari larangannya, lalu memperlihatkan dan memberi contoh budi pekerti yang baik kepada orang lain. Hanya dengan cara itu kita bisa tunjukkan Islam yang sebenarnya,” tutupnya. [Zulkarnain Jalil/www.hidayatullah.com]
Diposkan oleh M. Fuad Hasan (Andi S) di 6:54 AM 1 komentar
Label: mualaf
Saya baru tahu, kalo ada blog yang merekam dan mendokumentasikan aktivitas Sholat jamaah di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi. Alamat situsnya di www.haramainrecordings.com. Rekaman dilakukan terhadap setiap siaran langsung sholat lima waktu yang disiarkan oleh TV Saudi Arabia. Bagi Anda yang barusan Umroh atau Haji mulai tahun 2007, dapat men-download rekaman Sholat-nya di Masjidil Haram maupun Masjid Nabawi. Wah, keren ya...
Ternyata kamera-kamera yang nongkrong di tiang-tiang Masjid Haramain tersebut tidak hanya berfungsi untuk kepentingan security saja. Memang, saat kita ikut berjamaah di sana, kalo kita perhatikan, kadang-kadang kamera itu bergerak-gerak sendiri. Rupanya orang-orang TV Saudi yang mengoperasikannya.
Rekaman yang ditampilkan di situs tersebut hanya yang di"jahar"kan saja bacaannya oleh imam, yaitu Sholat Fajr/Shubuh, Maghrib, Isya, Jumat, dan Tarawih. Di situ ada juga beberapa info seputar Masjid Haramain. Silakan mengunjungi ...
Diposkan oleh M. Fuad Hasan (Andi S) di 5:59 AM 0 komentar
Label: cerita haji, ekspresiku
by : Gene Netto
Assalamu’alaikum wr.wb.,
Saya ingin mohon bantuan dari para penerjemah yang punya waktu kosong dan ingin berdakwah.
Setelah saya menulis artikel Sangat Dibutuhkan Situs yang Menjelaskan Ajaran Dasar Islam, ada seorang pembaca bernama Mas Cece yang ingin membantu para muallaf dengan cara membuat situs baru yang menjelaskan dasar-dasar Islam dalam bahasa Indonesia.
Karena sudah ada banyak sekali situs seperti itu di dalam bahasa Inggris, sepertinya cara yang paling mudah adalah menerjemahan teks yang sudah ada dari bahasa Inggris ke bahasa Indonesia. Cece sudah membuat situsnya, bisa dilihat di sini:
Dan daftar situs yang menejelaskan Islam dalam bahasa Inggris sudah ada di blog saya.
A Brief Guide To Understanding Islam
Juga bisa didapat dari blog saya: http://genenetto.blogspot.com/
(Lihat di sebelah kiri bawah, bagian: Learn About Islam.)
Buat yang ingin bantu, silahkan cari 1 artikel dari salah satu situs tersebut, dan hubungi Cece dulu. Jelaskan apa yang akan diterjemahkan. Cece akan membuat daftar biar 2 orang tidak mengerjakan terjemahan yang sama.
Setelah selesai, tinggal email kepada Cece dan dia akan upload ke situsnya.
Silahkan hubungi Cece untuk informasi lebih lanjut, atau silahkan hubungi saya juga.
Cece Yaya Sudarya : ceceys {at} gmail.com
Gene Netto : genenetto {at} gmail.com
Terima kasih kepada teman-teman yang bisa membantu.
Buat yang tidak punya waktu atau tidak sanggup membantu, tolong sebarkan email ini saja kepada teman-teman yang lain yang punya skil untuk menterjemahkan bahasa Inggris > Indonesia.
Semoga Allah memberikan kemudahan pada usaha ini.
[Mohon disebarkan]
Wassalamu’alaikum wr.wb.,
Gene Netto
Diposkan oleh M. Fuad Hasan (Andi S) di 7:18 AM 1 komentar
Label: mualaf
Di sidebar sebelah kanan blog ini, terdapat beberapa link untuk download beberapa ebook Islam gratis, yang saya kumpulkan dari beberapa sumber. Salah satu yang menurut saya paling lengkap dan bagus untuk Anda miliki adalah Alquran dan Hadits. Di situ terdapat ALquran lengkap dengan terjemahan Bahasa Indonesia, Pengenalan Ilmu Hadits, Kumpulan Shahih Bukhari, Kumpulan Shahih Muslim, Ringkasan Syarah Hadits Arbain, Bulughul Maram, 1100 Hadits Terpilih, Sejarah Singkat Beberapa Ahli Hadits, sampai Artikel tentang Hadits. Ebook ini bersumber dari Perpustakaan OPI milik Sofyan Efendi (http://opi.110mb.com).
baca selengkapnya...Diposkan oleh M. Fuad Hasan (Andi S) di 7:25 AM 7 komentar
Label: islamic science
Oleh : Agung PrabowoSuatu hari teman saya, Islam Haneef was called me. How're u goin brother..? Good, pangestu nipun...my brother. Oohh, sory mate, gua sangka orang jawa ternyata Oz man. Temen gua ini pertama kali ketemu pas lagi shalat jum'at di Masjid Gilbert adelaide, yang merupakan salah satu masjid tertua di adelaide. Dengan perawakan yang tinggi besar serta janggut lebat, dia menceritakan bahwa tadi ada seorang gadis australian masuk Islam. Kebetulan gadis tersebut juga seorang mahasiswi di Universitas South Australia, di jurusan nursing. Sekarang dia lagi mencari tempat tinggal yang komunitasnya banyak orang islam. Sehingga kata Brother islam haneef, gadis oz mualaf tersebut bisa belajar tentang islam lebih banyak.
Alhamdulillah, kebetulan di tempat tinggal kami, ada unit/kamar kosong yang bisa ditempati oleh gadis oz mualaf tersebut. Setelah tinggal di lingkungan kami, gadis oz mualaf tersebut bukan hanya belajar islam dengan sungguh-sungguh bahkan menjadi asbab penebar hidayah bagi teman-teman student khususnya dikalangan wanita. Sehingga ada beberapa student indonesia (wanita) yang belum menggunakan Hijab/jilbab akhirnya menggunakan Jilbab. Wong gadis bule Oz yang baru masuk islam 10 hari aja langsung pakai jilbab, apalagi gua yang sudah Islam dari jaman Mbah buyut mungkin begitu kali ya.. pikir teman-teman cewek indonesia yang ada disini.
Di australia khususnya di adelaide, pindah agama bukanlah sesuatu yang krusial bagi orang australia. Pernah saya tanya kepada teman2 moslem brother Oz (aussie), apakah tanggapan keluarga ketika kalian memeluk islam. Mereka berkata, thats fine, as long as i become a good person. Malah banyak para Ortu disini senang anaknya masuk islam, karena telah menghentikan aktifitas anaknya dari clubbing, Mabuk-mabukan, drug, free sex dll.
Kembali ke gadis oz mualaf tersebut, namanya ialah zulaikha (stefanie gold), fotonya pernah saya posting pada tulisan yang lalu. Bayangkan dia ini terlahir dari bapaknya yang seorang yahudi ibunya inggris. Itulah kebesaran ALLAH SWT, merupakan hak prerogatif ALLAH untuk memberikan hidayah kepada siapa yang di kehendaki.
Iman bukanlah merupakan harta warisan, Orang tuanya beriman belum tentu anaknya beriman. Nabi nuh, dia seorang nabi tapi anaknya mungkar kepada ALLAH. Bukanlah hal yang sulit bagi ALLAH SWT melahirkan manusia-manusia moslem yang shaleh walaupun kedua orangtuanya adalah non moslem. Contoh lain Nabi Ibrahim, Ortunya pembuat berhala, anaknya "Ibrahim" menjadi nabi yang namanya di kenang sepajang masa
Itulah, Hidayah.. semua orang harus berusaha mencapainya. Kadang2 teman moslem brothers di australia ketika termenung di masjid meneteskan air mata, memikirkan nasib ke dua orang tuanya, kakak, adik dll yang belum beriman kepada ALLAH SWT. oleh sebab itu Mereka selalu berdo'a. Karena mereka telah mengetahui arti Iman yang sesungguhnya, kata salah seorang Moslem Brother disini "Kerajaan apapun seluas 7 benua dan samudera, suatu saat akan berakhir tapi Iman didalam dada adalah kekal selama-lamanya".
Ya..ALLAH kumpulkanlah kami ini beserta orang-orang yang mencintai ENGKAU dan Agama "ISLAM" ini di dunia dan Akhirat, amieee......n.
sumber : my cyber sketch
Diposkan oleh M. Fuad Hasan (Andi S) di 6:55 AM 3 komentar
Label: mualaf
by : Agung Prabowo
Sesuatu yang paling gw pengen temui di oz sini ialah, ketemu dengan muslim-muslimah Australian brother-sister. Melihat perkembangan islam di negara orang lain adalah suatu topik yang menarik buat gw. Karena Iman adalah sesuatu yang paling berharga di dunia ini, Kata ustadz disini kalau di dunia kita kurang Air, Makan, Udara paling2 ujung-ujungnya masuk kubur but kalau bawa Iman yang benar serta amal shaleh, Insya ALLAH masuk surga kekal selama-lamanya. Bandingkan kalau nggak ada Iman ujung2nya mati juga, tapi sengsaranya dunia akhirat kekal selamanya.
Kebetulan di tempat tinggal gua, ada suatu ruang kosong yang kita manfaatkan jadi mushala. Alhamdulillah, bule2 yang baru masuk islam/ mualaf di sekitar lingkungan kita jadi pada ikutan shalat berjama'ah lima waktu. So, The name of australian brothers yang ikutan memakmurkan mushala seperti Islam Haneef, AbdusSalam, Taha dll. Kita jadi bisa bertukar pengalaman tentang bagaimana mereka semua bisa mendapat hidayah dari ALLAH SWT.
Not only Australian moslem brothers, yang sister ada juga lo..., kebetulan malah tinggal di dekat rumah kita. Namanya Zulaikha (Stefanie Gold), dia ini orang brisbane kebetulan Ayahnya seorang Yahudi dan Ibunya orang Inggris. Gua pasang fotonya dech biar pada nggak penasaran, kebetulan fotonya bareng anak gua "Rara (Fathimah Azzahra) dan Foto anaknya sahabat kerja gua di STIKOM balikpapan Setyo Nugroho, Oh..iya nama puterinya "Nadya"
Susan Carland, nih..orang terpilih jadi australian moslem of the year, tapi dia tinggalnya di melbourne, sekitar 6 jam perjalanan dari tempat gua di adelaide, kalau drive. Pengalaman, beliau masuk islam merupakan hal yang menakjubkan. Dia ini masuk islam sekitar umur 19 tahun. Cuma sayang sekali, bagi para ikhwan-ikhwan yang ada di Indonesia, Susan Carland udach nikah tuch....
Insya Allah, untuk berikutnya gua akan posting lebih banyak lagi tentang keadaan masjid, Islam dan Mualaf khusunya di south australia.
sumber : agungcyber.blogspot.com
Diposkan oleh M. Fuad Hasan (Andi S) di 11:13 PM 3 komentar
Label: mualaf
Ending dari film Kingdom of Heaven (20th Century Fox). Film yang mengisahkan salah satu babak perang salib di Yerusalem.
Diposkan oleh M. Fuad Hasan (Andi S) di 4:39 PM 0 komentar
Label: mualaf
Mencermati perkembangan penyiaran televisi nasional, kadang kita menjadi merasa sangat cemas. Betapa besar dan kuat pengaruh media yang satu ini terhadap manusia. Tayangan-tayangan hebatnya, setiap saat memborbardir pikiran dan kesadaran kita. Sayangnya, tidak semua pemilik TV Broadcasting memiliki kehati-hatian dalam memanfaatkan 'senjata yang mematikan' ini. Saat ini, TV secara umum bukan menggambarkan wajah Indonesia, tetapi lebih cenderung merupakan wajah segelintir masyarakat eksklusif (selebriti) yang secara kuat mempengaruhi dan membentuk pribadi-pribadi penonton Indonesia.
Sungguh suatu ironi. Konon lebih dari 90% penduduk Indonesia adalah Muslim. Namun hingga kini belum ada Stasiun TV yang berkonsentrasi pada penonton Muslim. Hanya sesekali saja Stasiun TV yang sudah ada menayangkan pengajian dan acara-acara Islami. Yang kemudian sesudahnya diwarnai dengan tayangan-tayangan aurat gratis dari para artis Indonesia tercinta.
Stasiun TV sendiri tampaknya masih diskriminatif terhadap tampilan para penyiar yang mengenakan jilbab. Sepanjang yang saya tahu, hanya Trans TV yang memiliki presenter berita wanita berjilbab. Di tempat lain, Sandrina Malakiano harus keluar dari bagian pemberitaan Metro TV setelah mengenakan jilbab. Apa salahnya dengan jilbab ? Bukankah itu hak asasi manusia. Cukup banyak perusahaan di Indonesia yang tidak menghargai hak asasi muslimah dalam mengenakan jilbab. Berangkat bekerja mengenakan jilbab, namun dilepas demi peraturan perusahaan saat jam kerja.
Kembali ke masalah TV. Saya rasa, 'keinginan pasar' tidak bisa dijadikan alasan dalam men-drive di-release-nya jenis-jenis tayangan yang cenderung vulgar. Dan jangan dikira pasar TV Dakwah akan sepi penonton. Perhatikan fakta ini :
1. Lebih 90% penduduk Indonesia adalah Muslim.
2. Jumlah jamaah haji terus membengkak dari tahun ke tahun. Artinya, orang yang serius dalam Islamnya terus bertambah. Kalo nggak serius, nggak mungkin berusaha keras untuk mengumpulkan ONH.
3. Fenomena novel dan film Ayat-Ayat Cinta yang kebanjiran penonton, menunjukkan betapa besarnya minat masyarakat terhadap sentuhan spiritual yang Islami.
Di Malang, ada DammaTV, stasiun TV bagi umat Budha. Hebatnya, kadang-kadang DammaTV menayangkan film dokumenter/pengetahuan karya Harun Yahya. Pernahkah Anda lihat tayangan Harun Yahya di TV lain ?
Ayo, para konglomerat Muslim, bangun stasiun TV Dakwah. Insya Allah, kalian akan mendapatkan dua kebaikan, yaitu kebaikan dunia (karena penontonnya tetap banyak) dan kebaikan akhirat.
Diposkan oleh M. Fuad Hasan (Andi S) di 8:40 AM 3 komentar
Label: ekspresiku
Diposkan oleh M. Fuad Hasan (Andi S) di 6:51 AM 0 komentar
Label: mualaf
Oleh: M. Syamsi Ali
Siang itu the Islamic Cultural Center of New York agak sepi. Beberapa jamaah shalat zuhur sudah berdatangan, tapi adzan sendiri belum dikumandangkan. Saya masih menanda tangani beberapa berkas perkawinan untuk dikirimkan ke City Hall untuk mendapatkan “marriage certificate” bagi pasangan yang baru saja melangsungkan pernikahan di Islamic Center.
Tiba-tiba telpon saya berdering dan di seberang sana ada suara resesiionis menyampaikan bahwa ada seorang wanita yang ingin ketemu dengan saya. “Who is she?”, Tanya saya. “Probably she wants to know about Islam,” jawabnya singkat.
“Let her sit in the conference room,” pintaku.
Saya kemudian segera menyelesaikan menandatangani berkas-berkas perkawinan itu, lalu menuju ruang rapat. Di sana sudah menunggu seorang gadis yang masih relative muda berambut pirang. Nampak seperti asli Eropa. Dengan ramah, saya mengucapkan “selamat siang!”. “Morning sir!”, jawabnya singkat. Rupanya memang belum siang karena jam masih menujukkan pukul 11:53 pagi.
“How are, and what I can do for you?”, Tanya saya memulai percakapan siang itu.
“Hi, I am sorry that I am coming without an appointment?”, katanya singkat.
“Oh no, not at all! You don’t need to take an appointment to come to our mosque,” jawab saya.
Dia kemudian seperti menarik napas, memperkenalkan dirirnya “my name is Jordie!”. Dia kemudian bercerita panjang. Dia mulai mengatakan bahwa orang tuanya adalah petinggi agama Yahudi di kota New York . “My father is a businessman, and a board member of many Jewish congregation institutions or synagogues” , katanya terus terang.
Ibunya sendiri adalah seorang philanthropist, dan menurutnya menjadi kontributor besar pada acara-acara pengumpulan dana komunitas Yahudi. Juga anggota pada berbagai organisasi sosial dan wanita di kota New York .
“And so, what makes coming here today?”, pancingku.
Sekali lagi, dia bercerita panjang. Saya menangkap darinya bahwa dia adalah seorang gadis “brilliant” dan pemberani. “I am a graduate student at the NYU”, and also a Jewish activist”, katanya.
Dia menceritakan bagaimana kegiatannya di kampus, termasuk kegiatan-kegiatannya dengan kelompok agama lain, termasuk dengan pelajar Muslim. Salah satu yang selalu dia ingat adalah ketika kelompok mahasiswa Yahudi dan Muslim melakukan kerjasama bakti sosial di New Orleans setelah terjadi musibah badai Katherina ketika itu. “I really enjoyed the accompany of my Muslim friends at that time”, jelasnya.
“Are still connected with your Muslim friends?” tanyaku.
“Yes, in fact I learned a lot from them about Islam”, jawabnya.
“And so, who direct you to come to the Center?” tanyaku lagi.
Dia kemudian menjelaskan bahwa salah seorang teman kelasnya, sama-sama mengambil sosiology, bernama Katherine. Saya bercanda, asal bukan Katherine temannya “hurricane?” (badai).
Ternyata Katherine adalah seorang Amerika keturunan Spanyol, masih non-Muslim dan saat ini belajar di Islamic Forum for non Muslims. Setelah mereka berdua terlibat perbincangan tentang Islam, dan keduanya banyak merasakan nilai positif dari agama ini, Katherine menganjurkan kepadanya untuk menemui engkau. “She is a big fan of you”, candanya.
“Oh no! I am just a regular guy, employed by this Center”, kata saya.
Saya kemudian menanyakan beberapa hal tentang agamanya, Yahudi. Setiap kali menyebutkan konsep-konsep ketuhanan, saya menimpali dengan ayat-ayat Al Quran. “Really? That's amazing!”, serunya.
Dia belum pernah membayangkan betapa Islam dan Yahudi hampir mirip dalam konsep ketuhanan. Sehingga setiap kali ada poin yang dikemukakan mengenai Tuhan, saya cuma membacakan ayat-ayat dari Al-Quran.
Saya katakana, Al-Quran itu salah satunya berfungsi sebagai “musoddiqan” (untuk menegaskan kitab-kitab suci sebelumnya.
Setelah berputar-putar dengan berbagai konsep ketuhanan, kami kemudian mendikusikan hubungan Ibrahim dengan kedua anaknya. Dalam benak dia, memang Ishak itu memiliki status sebagai Nabi, tapi Ismail tidak diangkat sebagai Nabi Tuhan. Diskusi cukup inten dan hangat, bahkan sesekali terlibat perdebatan yang dalam.
Alhamdulillah, pada akhirnya setelah kita sama-sama merujuk ke Kitab Suci tentang para Nabi, dia mengakui bahwa memang ada sikap “prejudice” (curiga) dan diskriminatif dalam ajaran Yahudi. Bahwa yang mulia dalam konsep Yahudi hanya satu kelompok manusia yang digelari “Israelis” (Israelites). Manusia lain tidak terhormat, dan seharusnya menjadi hamba-hamba Israel .
Tanpa terasa adzan zuhur dikumandangkan. Kami berhenti sejenak. Tapi tiba-tiba Jordie nampak tersenyum dan mengatakan, “Jujur saja, Islam adalah yang benar!”, akunya.
“Saya sudah aktif di sinagog semenjak masih kecil, tetapi saya tidak pernah melihat satupun orang berkulit non-putih datang ke sinagog, jelasnya.
“If Judaism is really God’s religion, why it has to discriminate people on the basis of races?”, tanyanya.
Tanpa terasa, Jordie mempertanyakan berbagai hal mengenai agamnya.
“Jordie, how do you see the Prophets of God?” tanyaku.
“They must be the best people to receive and convey the revelation. Not only to convey, but they themselves lived by the revelation”, jelasnya.
Saya kemudian menjelaskan berbagai tuduhan Taurah terhadap Nabi-nabi Allah, termasuk Daud, Sulaeman, dll. Saya katakana, dalam Al-Quran tidak satupun Nabi dikisahkan dengan kisah-kisah yang menyakitkan. Justeru para nabi itu adalah orang-orang yang berjuang untuk melurukskan prilaku manusia. “Is it rational that the Prophet David slept with his neighbor’s wife, and plotted to kill him?”, tanyaku.
“Of course, not”, jawabnya.
“But Sister, it is there in Torah!”, jelasku.
Sejenak, nampak Jordie diam, memandang ke saya seperti terheran-heran.
“So, what do you think?”, tanyaku.
“Wow, I read those, but never realized that it’s so bad!” akunya.
Saya kemudian menjelaskan bahwa memang terkadang kita membaca Kitab Suci kita dan “we take it for granted”. Seolah semua sudah diterima begitu saja, dan tidak ada lagi keinginan untuk menyelami dan memahaminya. Selain karena sudah diterima sebagai “keyakinan” dan sudah menjadi “dogma”, juga karena keberagamaan kita bersifat turunan.
Jordie terdiam. Tiba-tiba saja dia angkat kepala dan tersenyum “Wow, I really did not realized that I have been trapped in that” (ikut membuta).
“So what do you think about Islam?” saya memancing kembali.
Dengan sedikit pelan dia mengatakan “I think this is the true religion”. Kali ini sepertinya dia tidak seagresif sebelumnya.
“Jordie, can I ask you something?” tanyaku.
“We are in the winter. You know what kind of cloth we need. If you have only on you, and in front of you a thick jacket, will you stay frozen or will you take the jacket to cover your self?”, tanyaku.
“Of course I must take the jacket”, jawabnya singkat.
“I know you have your religion. But your religion does not fit to save you, Jordie. Here Islam, the religion you believe as the true religion is to save you. Would you like to take it?”, tanyaku.
Dengan sedikit pelan, nampak agak ragu, tapi kemudian dengan tegas mengatakan “yes”.
Alhamdulillah! Tanpa saya sadari saya ucapkan itu. Rupanya Jordie juga sudah tahu betul tradisi itu.
Saya meminta agar Jordie berwudhu. Ditemani oleh seorang jamaah wanita Jordie mengambil wudhu, dan sebelum shalat dimulai (iqamah), Jordie yang nama akhirnya “Rosenbaum” itu saya bimbing mengikrarkan: “Laa ilaaha illa Allah-Muhammadan Rasul Allah.”
Pekik takbir para jamaah dilanjutkan dengan iqamah, dan Jordie pun memulai shalatnya yang pertama kali. Allahu Akbar!
New York, Maret 2008
Penulis adalah imam Masjid Islamic Cultural Center of New York. Syamsi adalah penulis rubrik "Kabar Dari New York" di www.hidayatullah.com
Copy Paste dari sini
Diposkan oleh M. Fuad Hasan (Andi S) di 6:12 AM 0 komentar
Oleh : Ann Wan Seng*
Saya dilahirkan dalam keluarga Cina dan dibesarkan dalam lingkungan masyarakat Cina. Sejak kecil, saya sering mendengar cerita mengenai kehebatan negara Cina dan dinasti kerajaannya, tetapi saya tidak pernah mendengar kehebatan umat Islam di Cina sampai saya masuk sekolah dan melanjutkan ke universitas. Bahkan, sebelumnya, saya tidak tahu bahwa ternyata begitu banyak umat Islam di Cina dan ada orang Cina yang beragama Islam. Sejarah dan segala hal mengenai umat Islam di Cina seperti tidak pernah ada dalam masyarakat, khususnya di Malaysia.
Ketika menemukan hal-hal mengenai kehidupan umat Islam di Cina, sumbernya tidak diketahui secara pasti, faklta, susunan, dan informasi yang diberikan berbeda-beda. Sumber resmi yang dikeluarkan oleh pihak kerajaan Cina menunjukkan penduduknya yang beraga Islam adalah sekitar 30 juta orang, tetapi menurut sumber tidak resmi yang dapat dipercaya, jumlah umat Islam di Cina melebihi 100 juta orang dengan jumlah masjid melebihi 42 ribu bangunan.
Sejak Cina membuka pintunya kepada dunia luar, segala hal dan fakta mengenai umat Islam di negara itu mulai terbuka satu per satu. Umat Islam di Cina tidak hanya kaya akan budaya, kesenian, dan nilai peradaban yang tinggi, tetapi juga kehadiran mereka telah memberikan sumbangan yang cukup penting kepada perkembangan pemerintahan negara Cina. Umat Islam memainkan peranan penting di dalam pemerintahan beberapa dinasti Cina. Mereka juga terlibat dalam beberapa pergolakan politik di negara tersebut. Umat Islam di Cina pernah menduduki jabatan yang tinggi dalam kancah pemerintahan. Mereka juga pernah ditindas dan disingkirkan dari kedudukannya. semuanya itu merupakan rekaman sejarah yang akan dijadikan bukti tentang kehadiran umat Islam di Cina yang sejak dulu dianggap sebagai salah satu negara penguasa di dunia.
...lompat...
Sudah lama saya berkeinginan untuk memaparkan kehebatan yang ada pada umat Islam di Cina dan membaginya kepada masyarakat umum. Dengan kegemilangan yang pernah dilaluinya, umat Islam di Cina dapat jadi awal atau mungkin faktor pendukung proses kebangkitan awal umat Islam. Terdapat banyak cerita dan kisah menarik mengenai umat Islam di Cina, yang menurut saya, harus diketahui oleh umat Islam yang lain, termasuk di Malaysia dan di wilayah Asia Tenggara. Kisah itu, di antaranya adalah kisah rahasia saat umat Islam mempertahankan agama dan akidah mereka di tengah pergilakan dan pemerintahan yang dikuasai oleh masyarakat yang bukan Islam. Hal ini saya ceritakan pula supaya kita dapat mengambil manfaat dan pelajaran darinya. Yang lebih penting lagi adalah, buku ini dapat memberikan keyakinan dan motivasi kepada umat Islam sebagai sesama saudara tua ataupun saudara muda. Kita harus bangga menjadi orang Islam dan juga merasa hebat menjadi bagian dari umat Islam.
Dunia Islam sangatlah luas, kita dapat menemui umat Islam di mana-mana. Umat Islam menguasai hampir separuh dari kekuasaan negara Cina dan kini kedudukan serta peranan mereka semakin mendapat pengakuan dari kalangan masyarakat yang lain. Jadi, sudah sewajarnya kehebatan dan kegemilangan Islam di Cina dibukukan untuk bacaan khalayak ramai. Dengan terbitnya buku ini, maka keinginan saya yang terpendam sekian lama telah terpenuhi. Setidak-tidaknya, buku ini dapat dijadikan sebagai sumbangan dari usaha kecil saya kepada Islam.
*Wakil Sekjen Pertubuhan Kebajikan Islam Malaysia (PERKIM) Kebangsaan. Ia juga penulis buku bestseller 'Rahasia Bisnis Orang Cina', 'Rahasia Bisnis Orang Jepang', dan 'Rahasia Bisnis Orang Korea'. Tulisan di blog ini, merupakan salinan prakata dari buku 'Rahasia Sukses Muslim Cina', terbitan Hikmah, Jakarta, Februari 2008
Diposkan oleh M. Fuad Hasan (Andi S) di 6:28 AM 5 komentar
Label: mualaf
Kemarin, saat mendengarkan radio Suara Surabaya, saya mendapatkan kembali bukti kasak-kusuk konspirasi AS. Di radio, diperdengarkan rekaman Menkes Siti Fadhilah Supari saat bedah buku di Surabaya, yang dongkol terhadap konspirasi AS dan WHO pada kasus vaksin Flu Burung, serta kuatnya AS dalam memanipulasi pemberitaan di Indonesia. Disampaikan oleh Menkes, bahwa sepulang dari konferensi di Jenewa November 2007 lalu, beliau menduga bahwa pers Indonesia akan memberitakan kisah Menkes dalam memimpin negara-negara dunia ketiga melawan Amerika serikat dan WHO dalam melawan perdagangan 'master virus flu burung' di WHO. Namun ternyata pers di Indonesia justru menampilkan 'manusia pohon' yang sebetulnya merupakan berita lama. Justru NHK Jepang yang meliput dan menyiarkan pemberitaannya.
Lalu beliau mengundang wartawan dan mengadakan konferensi pers. Dan ternyata, keesokannya, tak satupun beritanya muncul di media massa. Beberapa waktu kemudian beliau mengadakan konferensi pers lagi. Dan sama, tidak ada berita mengenai kasus ini di media. Akhirnya Siti Fadhilah berinisiatif menulis buku yang berjudul "Saatnya Dunia Berubah, Tangan Tuhan Dibalik Virus Flu Burung"
Liputan mengenai bedah buku tersebut, dapat Anda lihat di :
1. Liputan 6
2. Suara Surabaya
Diposkan oleh M. Fuad Hasan (Andi S) di 11:40 PM 2 komentar
Label: masuniah
sumber : mualaf.com
Franklin baru bersyahadat sebulan yang lalu. Dia sekarang aktif mengikuti kajian Islam pada The Islamic Forum for new / non Muslims yang asuh di Islamic Cultural Center. Subhanallah, pekan pertama dia menjadi Muslim, pemuda hispanic (keturunan Amerika Selatan) ini sudah membawa 2 orang temannya ikut bersyahadat. Satu orang gadis hispanic, satu orang lagi pemuda Yahudi.
Dalam hati saya bertanya-tanya, apa saja yang dia bicarakan kepada teman-temannya itu, sampai mereka tertarik ikut bersyahadat. Pertanyaan saya itu kemudian terjawab. Beberapa hari lalu, saya dikiriminya transkrip percakapan internet(chatting)nya dengan seorang pemuda lain di New York upstate. Dilakukan jam 1 dini hari! Kegigihannya dalam meyakinkan orang, bahwa Islam itu cool (keren) bikin saya tersipu-sipu. Gayanya funky khas anak muda. Berikut ini terjemahan percakapan mereka. FishermenComics adalah Franklin, sedangkan SHOCKWAVE886 adalah kenalan barunya. Ada bagian-bagian yang saya hapus (***********) karena alasan kebaikan.
FishermenComics [1:12 AM]: Hei, apakabar Teman
SHOCKWAVE886 [1:12 AM]: siapa ini?
FishermenComics [1:12 AM]: Saya, Franklin Taveras yang Agung
SHOCKWAVE886 [1:12 AM]: siapa?
FishermenComics [1:12 AM]: kita belum pernah kenalan
FishermenComics [1:13 AM]: kamu tinggal di New York ‘kan?
FishermenComics [1:14 AM]: kamu percaya Tuhan?
SHOCKWAVE886 [1:15 AM]: yeah saya percaya
FishermenComics [1:15 AM]: keren
SHOCKWAVE886 [1:15 AM]: kok kamu bisa tahu tentang saya?
FishermenComics [1:15 AM]: kalau begitu kita saudara
FishermenComics [1:15 AM]: kenapa aku tahu, karena tampangmu kayak angsa bodoh SHOCKWAVE886 [1:15 AM]: angsa bodoh?
FishermenComics [1:15 AM]: HAHA...
FishermenComics [1:15 AM]: kerja apa?
SHOCKWAVE886 [1:16 AM]: aku sedang tidak bekerja tapi sungguh-sungguh sedang berpikir untuk jadi pastor, pendeta, atau mungkin penginjil, belum tahu.
FishermenComics [1:17 AM]: AH YANG BENEEERRRR
FishermenComics [1:17 AM]: Saya dulu hampir jadi pastor
FishermenComics [1:17 AM]: tapi saya berhenti pada detik terakhir
FishermenComics [1:17 AM]: apa agamamu?
SHOCKWAVE886 [1:17 AM]: Katolik Roma
FishermenComics [1:17 AM]: Saya dulu Katolik
FishermenComics [1:17 AM]: sekarang saya Muslim
SHOCKWAVE886 [1:18 AM]: kamu pernah masuk penjara?
FishermenComics [1:18 AM]: nggak
FishermenComics [1:18 AM]: hehehehehehehehe
FishermenComics [1:18 AM]: Saudaraku
FishermenComics [1:18 AM]: Saya tahu kita baru ketemu
FishermenComics [1:18 AM]: tapi biarkan aku mengatakan sesuatu
FishermenComics [1:18 AM]: pernahkah kamu meragukan Tuhan?
FishermenComics [1:18 AM]: jujur ya?
SHOCKWAVE886 [1:18 AM]: enggak
FishermenComics [1:19 AM]: bagus
FishermenComics [1:19 AM]: tapi dengar nih ya
FishermenComics [1:19 AM]: tahukah kamu apa 3 agama yang paling cepat berkembang?
SHOCKWAVE886 [1:19 AM]: nggak
FishermenComics [1:20 AM]: Islam berkembang 9 kali lebih cepat daripada Kristen, kemudian Budha, kemudian Kristen lagi
FishermenComics [1:20 AM]: Saya dulu seorang pembuat film-film Kristen
FishermenComics [1:20 AM]: saya seorang penyebar bible
FishermenComics [1:20 AM]: saya tahu kita baru ketemu tapi kamu sebaiknya ke gereja ikut saya
FishermenComics [1:21 AM]: untuk menemui beberapa orang yang kukenal
SHOCKWAVE886 [1:21 AM]: aku nggak tahu tentang itu semua, tapi asyik juga ngobrol sama kamu
SHOCKWAVE886 [1:21 AM]: ada ceweknya nggak?
FishermenComics [1:21 AM]: Kamu kepingin jadi pastor tapi masih ngomongin cewek ?
SHOCKWAVE886 [1:21 AM]: selalu
FishermenComics [1:22 AM]: pasti kamu bakal jadi pastor yang ***********
FishermenComics [1:22 AM]: Tuhan bilang kita semua harus menikah
SHOCKWAVE886 [1:22 AM]: hahahaha bukan gituuuu
SHOCKWAVE886 [1:22 AM]: aku mah gak bakalan gitu
FishermenComics [1:22 AM]: Saya heran kenapa pastor nggak menikah
FishermenComics [1:23 AM]: ngomong-ngomong, apa yang kamu tahu tentang Islam?
SHOCKWAVE886 [1:23 AM]: aku tahu banyak orang masuk penjara terus masuk Islam untuk perlindungan, jadi aku pikir mereka dihormati (setelah masuk Islam)
FishermenComics [1:24 AM]: salah, hehehe, hampir setiap hari lebih dari 30 orang di New York saja masuk Islam
FishermenComics [1:24 AM]: soalnya (Islam) itu adalah kebenaran, Bro
FishermenComics [1:24 AM]: saya bisa menunjukkan kepadamu
FishermenComics [1:24 AM]: Hanya ada satu Tuhan
SHOCKWAVE886 [1:24 AM]: aku nggak mau pindah agama
FishermenComics [1:25 AM]: Saya nggak nyuruh kamu pindah agama, tugas muslim hanya menyampaikan pesan
FishermenComics [1:25 AM]: dan selebihnya urusan Tuhan
FishermenComics [1:25 AM]: seorang muslim dilarang memindahkan agama orang lain
FishermenComics [1:25 AM]: haram, dosa
FishermenComics [1:26 AM]: Muslim mengimani hal-hal yang diimani orang Kristen dan Yahudi
FishermenComics [1:26 AM]: Islam satu-satunya agama yang mengikuti SEMUA perintah Musa, dan nabi-nabi lainnya
FishermenComics [1:26 AM]: semoga kedamaian atas mereka semua
FishermenComics [1:26 AM]: kami beriman kepada Jesus Christ
FishermenComics [1:27 AM]: dia akan datang lagi
FishermenComics [1:27 AM]: dialah Al-Masih
SHOCKWAVE886 [1:27 AM]: aku tahu
FishermenComics [1:27 AM]: dan dalam Islam
FishermenComics [1:27 AM]: kitab suci kami luar biasa
FishermenComics [1:27 AM]: di dalamnya banyak sekali mukjizat
SHOCKWAVE886 [1:27 AM]: di kitab suciku juga banyak
FishermenComics [1:27 AM]: dan kitab suci kami tidak pernah berubah
FishermenComics [1:27 AM]: Muslim mengimani Injil juga
FishermenComics [1:28 AM]: kami mempelajarinya
FishermenComics [1:28 AM]: tapi Injil sudah diubah-ubah oleh manusia
FishermenComics [1:28 AM]: benar atau salah
FishermenComics [1:28 AM]: ?
FishermenComics [1:28 AM]: Tidak ada Injil yang asli, karena itu kamu nggak bisa memastikan apakah ia asli dari Tuhan
SHOCKWAVE886 [1:28 AM]: yea
FishermenComics [1:30 AM]: kalau ada yang mau ditanyakan, Bro, ikut aku ke masjid di kota. Setiap orang di sana pindahan dari Kristen/Yahudi/ dan bahkan Ateisme.... Sekarang coba kutanya, agama apa yang bisa meyakinkan seorang ateis bahwa Tuhan itu ada?
SHOCKWAVE886 [1:30 AM]: aku nggak tahu, Man
FishermenComics [1:30 AM]: hehehehehe
FishermenComics [1:31 AM]: Saya baru memeluk Islam sebulan yang lalu
SHOCKWAVE886 [1:31 AM]: aku nggak bisa begitu
FishermenComics [1:31 AM]: okay begini deh
SHOCKWAVE886 [1:31 AM]: tapi aku suka denger omongan kamu
FishermenComics [1:32 AM]: gimana kalau, Tuhan yang Maha Kuasa bisa bicara langsung dengan kamu lewat sebuah kitab
FishermenComics [1:32 AM]: dan menjawab semua pertanyaan kamu
SHOCKWAVE886 [1:32 AM]: dia memang bicara kepadaku
FishermenComics [1:32 AM]: dan sains-nya masuk akal
FishermenComics [1:32 AM]: Bukan maksud saya benar-benar bicara kepadamu
SHOCKWAVE886 [1:32 AM]: yea aku tahu
FishermenComics [1:32 AM]: misalnya saya tahu bagaimana Tuhan memberikan tanda-tanda
FishermenComics [1:33 AM]: Gimana dia bicara dengan kamu?
SHOCKWAVE886 [1:33 AM]: susah menjelaskannya, tapi aku banyak berdoa
FishermenComics [1:33 AM]: Itu bagus
FishermenComics [1:33 AM]: Kamu percaya sama teori evolusi
FishermenComics [1:33 AM]: atau aliens?
SHOCKWAVE886 [1:33 AM]: kamu dibayar ya untuk obrolan ini?
FishermenComics [1:33 AM]: hahahahahahahaha
SHOCKWAVE886 [1:34 AM]: evolusi aku percaya
SHOCKWAVE886 [1:34 AM]: aliens nggak, kecuali kalau yang kamu maksud alien itu orang Mexico
FishermenComics [1:34 AM]: di dalam Islam (artinya, kepasrahan kepada Tuhan) semua Muslim meyakini hal-hal yang sama
FishermenComics [1:34 AM]: Evolusi itu nggak benar, Bro
SHOCKWAVE886 [1:35 AM]: nggak juga
FishermenComics [1:35 AM]: aliens memang benar ada, di dalam Quran, Tuhan berfirman jangan mengira kita sendirian di alam semesta ini, jadi Dia memberi kita tanda-tanda
SHOCKWAVE886 [1:35 AM]: kamu punya aim?
FishermenComics [1:35 AM]: ini yang kumaksud tadi, tak ada dua orang Kristen yang meyakini satu hal yang sama.
FishermenComics [1:36 AM]: apa aim?
SHOCKWAVE886 [1:36 AM]: aol instant messanger
FishermenComics [1:36 AM]: oh
FishermenComics [1:36 AM]: yeah
FishermenComics [1:36 AM]: Bro, ayo kita ketemu
FishermenComics [1:36 AM]: dengan izin Tuhan
FishermenComics [1:37 AM]: Saya lihat kamu sangat mencintai Tuhan
FishermenComics [1:37 AM]: jadi kita sama dalam hal itu
FishermenComics [1:38 AM]: izinkan saya memberimu Quran
FishermenComics [1:38 AM]: supaya kamu bisa baca sendiri isinya
SHOCKWAVE886 [1:38 AM]: ok
FishermenComics [1:38 AM]: Tuhan akan membimbing kamu, dan kalau dia tidak membimbingmu, maka Islam agama yang salah
FishermenComics [1:39 AM]: kamu tinggal di dekat stasiun kereta
SHOCKWAVE886 [1:39 AM]: kira-kira begitu
FishermenComics [1:39 AM]: tempat yang saya datangi ini, sebuah kelompok kecil, dan iya ada wanita-wanita cantik di sana
FishermenComics [1:39 AM]: mereka semua pindah ke Islam
FishermenComics [1:39 AM]: dari Kristen
FishermenComics [1:40 AM]: Saya bersumpah ini akan jadi pengalaman berharga untuk kamu
FishermenComics [1:40 AM]: kalau kamu nggak suka
FishermenComics [1:40 AM]: kamu nggak perlu datang lagi
FishermenComics [1:40 AM]: dan kamu boleh bilang “F*** off “ kepadaku
SHOCKWAVE886 [1:40 AM]: nggak laah, nggak akan aku bilang gitu
SHOCKWAVE886 [1:40 AM]: tapi aku nggak mau pindah agama, itu aja soalnya
FishermenComics [1:40 AM]: di dalam Islam
FishermenComics [1:40 AM]: kamu bukan pindah agama
FishermenComics [1:41 AM]: kamu kembali ke Islam, karena Islam adalah agama yang asli, kamu cuma akan belajar saja
FishermenComics [1:41 AM]: itu saja
FishermenComics [1:41 AM]: tidak akan ada seorangpun yang akan bilang begini
FishermenComics [1:41 AM]: hei, dengar nih, pindah agama sekarang, kalau nggak saya bom kamu
FishermenComics [1:42 AM]: lihat juga foto-foto saya nih, saya bukan pemerkosa atau sejenisnya
FishermenComics [1:42 AM]: jadi jangan takut
SHOCKWAVE886 [1:42 AM]: jadi aku tetap Katolik Roma dan hanya belajar tentang Islam?
FishermenComics [1:42 AM]: YES
FishermenComics [1:42 AM]: dulu saya juga begitu
FishermenComics [1:42 AM]: saya cuma belajar
FishermenComics [1:42 AM]: sumpah pasti menyenangkan
FishermenComics [1:42 AM]: kalau nggak
FishermenComics [1:42 AM]: kamu boleh tembak aku
SHOCKWAVE886 [1:42 AM]: nggak laah, Maan
FishermenComics [1:42 AM]: hehehehehe
SHOCKWAVE886 [1:43 AM]: saya benar-benar lagi mikir nih
FishermenComics [1:43 AM]: alasan kenapa saya kepingin kamu datang
FishermenComics [1:43 AM]: adalah karena saya merasa
FishermenComics [1:43 AM]: sangat bahagia di dalamnya
FishermenComics [1:43 AM]: luar biasa rasanya begitu dekat dengan Tuhan
FishermenComics [1:43 AM]: saya nggak pernah merasakan ini di Kristen, padahal waktu itu saya sangat taat beragama
SHOCKWAVE886 [1:44 AM]: sialan, Man, aku jadi bingung nih
SHOCKWAVE886 [1:44 AM]: beneran nih
SHOCKWAVE886 [1:44 AM]: payah nih aku
FishermenComics [1:44 AM]: hehe
FishermenComics [1:44 AM]: Dengerin nih
FishermenComics [1:44 AM]: mau ngomong di telepon aja?
FishermenComics [1:45 AM]: saya bosen ngetik terus nih
FishermenComics [1:45 AM]: saya mau bicara panjang lebar
FishermenComics [1:45 AM]: saya cuma mau cerita gimana saya sampai pindah agama
FishermenComics [1:45 AM]: dan kenapa saya melakukannya
FishermenComics [1:45 AM]: maksud saya kembali ke Islam
SHOCKWAVE886 [1:45 AM]: well, aku nggak bisa ngasih nomor telepon soalnya temanku mau ikut dengar juga nih
FishermenComics [1:45 AM]: Oke
FishermenComics [1:46 AM]: suruh dia buka chatting juga
FishermenComics [1:46 AM]: kita bertiga
SHOCKWAVE886 [1:46 AM]: dia duduk di sini
FishermenComics [1:46 AM]: oh
FishermenComics [1:46 AM]: ya udah ajak aja dia
FishermenComics [1:46 AM]: hehe
SHOCKWAVE886 [1:46 AM]: o yea ngomong-ngomong ini teman Paul
FishermenComics [1:46 AM]: oke
FishermenComics [1:47 AM]: kamu baca apa yang dari tadi aku bilang, Bro?
SHOCKWAVE886 [1:47 AM]: dari tadi memang aku terus
FishermenComics [1:47 AM]: Kau dan Paul kita ketemu aja, di kota
SHOCKWAVE886 [1:47 AM]: Paul orang Yahudi
FishermenComics [1:47 AM]: oh
FishermenComics [1:47 AM]: kamu sendiri?
SHOCKWAVE886 [1:47 AM]: Katolik Roma
FishermenComics [1:47 AM]: oh
FishermenComics [1:48 AM]: jadi siapa namamu?
SHOCKWAVE886 [1:48 AM]: Mike
FishermenComics [1:49 AM]: kau ikut aja
SHOCKWAVE886 [1:49 AM]: paul bilang kamu bisa telepon ke rumahnya
FishermenComics [1:49 AM]: oke
FishermenComics [1:49 AM]: Begini
FishermenComics [1:49 AM]: saya nggak mau memaksa
FishermenComics [1:49 AM]: tapi saya BERSUMPAH segala hal dalam agama ini masuk akal semua
FishermenComics [1:50 AM]: saya tidak disuruh siapa-siapa untuk melakukan ini
SHOCKWAVE886 [1:50 AM]: aku percaya, tapi jangan berpikir bahwa saya akan berubah keyakinan
FishermenComics [1:50 AM]: okay
FishermenComics [1:50 AM]: tapi
FishermenComics [1:51 AM]: Tuhan akan membuka hatimu jika ini kebenaran
FishermenComics [1:51 AM]: jika Islam salah
FishermenComics [1:51 AM]: Dia tidak akan membuka hatimu
FishermenComics [1:51 AM]: dan jika Tuhan tidak memberikan tanda-tanda bahwa Islam adalah kebenaran, maka ini agama yang salah
SHOCKWAVE886 [1:52 AM]: Muslim percaya kepada jesus kristus dan injil?
FishermenComics [1:52 AM]: YES
FishermenComics [1:52 AM]: DIA adalah Al-Masih
FishermenComics [1:52 AM]: dan dia akan datang lagi
FishermenComics [1:52 AM]: ini yang banyak orang tidak memahami tentang Islam
FishermenComics [1:53 AM]: mereka tahunya kami menyembah manusia yang bernama mohammed
FishermenComics [1:53 AM]: padahal nggak
SHOCKWAVE886 [1:53 AM]: kalau allah?
FishermenComics [1:53 AM]: Allah adalah Tuhan yang sebenarnya
FishermenComics [1:54 AM]: kata Tuhan adalah sebuah kata yang baru
SHOCKWAVE886 [1:54 AM]: jadi kamu menyembah siapa?
FishermenComics [1:54 AM]: Kami menyembah apa yang disembah para nabi
FishermenComics [1:54 AM]: dan melakukan apa yang mereka sejak dahulu
SHOCKWAVE886 [1:54 AM]: gimana caranya?
FishermenComics [1:54 AM]: sujud kepada Tuhan
FishermenComics [1:55 AM]: kami beribadah sebagaimana yang dilakukan Jesus
FishermenComics [1:55 AM]: di dalam Injil
FishermenComics [1:55 AM]: Sujud kepada Tuhan
FishermenComics [1:55 AM]: this is the way to pray
SHOCKWAVE886 [1:55 AM]: saya akan tetap mengikuti bible dan menyembah Jesus bahkan jika saya pindah agam sekalipun, kamu ngerti?
FishermenComics [1:55 AM]: yeah
FishermenComics [1:55 AM]: Tapi kenapa menyembang anaknya bukan bapaknya?
SHOCKWAVE886 [1:55 AM]: saya menyembah keduanya
FishermenComics [1:56 AM]: kan Tuhan lebih Agung daripada Jesus?
SHOCKWAVE886 [1:56 AM]: tuhan adalah sebuah roh
FishermenComics [1:56 AM]: ??????
FishermenComics [1:56 AM]: Tuhan adalah segala hal, dia bukan roh
SHOCKWAVE886 [1:56 AM]: aku tahu
FishermenComics [1:57 AM]: Muslim meyakini benar bahwa Tuhan menciptakan 3 jenis makhluk
FishermenComics [1:57 AM]: Para malaikat
FishermenComics [1:57 AM]: Manusia
FishermenComics [1:57 AM]: dan roh-roh
FishermenComics [1:58 AM]: Bro, kita ngomong di telepon aja deh, saya bukan pembunuh atau apa gitu
SHOCKWAVE886 [1:59 AM]: gimana yah
FishermenComics [1:59 AM]: ada bible nggak di dekat kamu?
SHOCKWAVE886 [2:00 AM]: nggak, tapi di rumahku ada, kenapa?
FishermenComics [2:00 AM]: okay
FishermenComics [2:00 AM]: di Matius 5: 17
FishermenComics [2:00 AM]: Jesus Kristus bilang
FishermenComics [2:01 AM]: bahwa alasan kenapa ia dulu datang adalah untuk memperbarui perintah-perintah Tuhan (the commandments), dan untuk memastikan bahwa perintah-perintah itu tidak akan pernah dilanggar lagi, TIDAK PERNAH, “..dan mereka yang melanggarnya, telah jatuh dalam kesesatan..”
FishermenComics [2:01 AM]: okay, sekarang coba katakan kepadaku
FishermenComics [2:01 AM]: Agama apa yang mentaati, tidak 1 atau 2, tapi SELURUH perintah Tuhan kepada Musa, dan Tuhan?
FishermenComics [2:02 AM]: Bro kamu masih di situ?
SHOCKWAVE886 [2:02 AM]: ya
FishermenComics [2:02 AM]: ok
FishermenComics [2:02 AM]: hehehe
SHOCKWAVE886 [2:02 AM]: saya sedang berpikir
FishermenComics [2:03 AM]: okay
FishermenComics [2:03 AM]: Islam lah satu-satunya agama yang begitu
FishermenComics [2:05 AM]: Orang Yahudi tidak mentaati seluruh perintah, tapi mereka mentaatinya lebih banyak daripada orang Kristen, dan karena alasan tertentu orang Kristen tidak mentaati hukum-hukum Tuhan bahkan ketika Jesus melarang untuk menyembah dirinya, tapi supaya menyembah bapak KITA dan apa yang dikatakannya di Matius 5: 17
FishermenComics [2:05 AM]: ngerti maksudku?
SHOCKWAVE886 [2:05 AM]: ya
SHOCKWAVE886 [2:05 AM]: kapan dan dimana seminarnya?
FishermenComics [2:06 AM]: maksudnya?
SHOCKWAVE886 [2:06 AM]: di mana
FishermenComics [2:07 AM]: oh tempatnya
FishermenComics [2:07 AM]: kalau kamu ambil kereta 1239 ke 72st street di kota
FishermenComics [2:07 AM]: di situlah tempatnya
SHOCKWAVE886 [2:08 AM]: di Manhattan?
FishermenComics [2:08 AM]: yes
FishermenComics [2:08 AM]: gampang kok ke sana
SHOCKWAVE886 [2:08 AM]: kapan
FishermenComics [2:09 AM]: Sabtu
FishermenComics [2:09 AM]: jam 2.30 siang
FishermenComics [2:09 AM]: begini kalau kamu mau saya bisa menemani, kalau kamu nggak merasa nyaman, kita bisa ketemu dan ngobrol dulu terus kita kesana bersama
SHOCKWAVE886 [2:10 AM]: hey kalau kamu mau nelpon sekarang ke sini ini nomornya (1845) 469-5***
FishermenComics [2:11 AM]: ok
FishermenComics [2:11 AM]: ini di NY?
SHOCKWAVE886 [2:11 AM]: ya tapi aku tinggal di upstate sekitar 1 jam dari the bronx dan 25 menit dari rockland atau new jersey
FishermenComics [2:12 AM]: oh
FishermenComics [2:12 AM]: okay
FishermenComics [2:13 AM]: Tuhan akan membuka hatimu
FishermenComics [2:13 AM]: bersiaplah untuk mukjizat-mukjizat
FishermenComics [2:13 AM]: kamu akan lihat
FishermenComics [2:13 AM]: itulah yang Dia lakukan kepadaku
FishermenComics [2:13 AM]: saya akan telepon sekarang
SHOCKWAVE886 [2:13 AM]: ok
Pembicaraan mereka di Internet berhenti setelah berlangsung tepat 1 jam. Lalu Franklin menelpon Mike dan Paul. Keduanya kini peserta aktif diskusi di Islamic Center of New York. Red- ini sebenarnya file yg sudah lama sekali tpi ada baiknya untuk dibaca kembali.
Diposkan oleh M. Fuad Hasan (Andi S) di 8:44 AM 1 komentar
Label: mualaf
Potongan dan Cuplikan dari buku Salib di Bulan Sabit, Dr. Jerald F. Dirk (mantan diaken di Gereja Metodis Bersatu), Serambi, Jakarta, Desember 2003.
Salah satu kendala utama untuk berkomunikasi efektif di antara manusia adalah ketika satu pihak menganggap dirinya berbicara dengan bahasa yang sama, tetapi tidak menyadari fakta bahwa sebagian kata kunci dan konsep terpenting dari percakapannya itu memiliki makna yang sangat berbeda bagi orang lain. Salah satu pihak dalam percakapan tersebut akan cepat menyimpulkan bahwa pihak lain tidak memahami apa yang tengah didiskusikan, tetapi tidak menyadari bahwa kata-kata yang mereka gunakan tidak memiliki makna yang sama bagi keduanya.
Jenis kekurangan komunikasi yang spesifik ini sering ditemui ketika orang dari latar belakang keagamaan yang berbeda mendiskusikan hubungan antara Yahudi, Kristen, dan Islam. Setiap peserta diskusi membahas berdasarkan definisi yang berbeda mengenai Yahudi, Kristen, dan Islam, tergantung pada latar pendidikan atau pelatihan keagamaan masing-masing. Akhirnya, muncul pemahaman yang berbeda bagi masing-masing pembicara mengenai asal-muasal agama yang diperdebatkan itu.
Sampai batas tertentu, agaknya aneh bahwa para pemeluk ketiga agama ini mengalami begitu banyak kesulitan untuk berkomunikasi satu sama lain, padahal mereka memiliki banyak warisan bersama. Mungkin semua ini disebabkan oleh kebingungan mengenai warisan bersama tersebut. Ketika seseorang dihadapkan dengan konsep yang sangat berbeda, yang tidak memiliki hubungan dengan kerangka pikir dan gambaran dunia yang khas bagi dirinya, ia terpaksa mengakomodasi konsep baru tersebut, kemudian mengembangkan sebuah kerangka pemikiran untuk memahami konsep yang diperdebatkan itu. Namun, ketika seseorang dihadapkan pada sebuah konsep yang sangat akrab dengannya, tetapi digunakan dengan cara yang sedikit berbeda, maka muncullah godaan untuk mengabaikan perbedaan-perbedaan itu atau mengasimilasikan konsep tersebut dengan kerangka pemikiran individual yang sudah ada sebelumnya. Dalam kasus lain, penggunaan konsep itu mengalami distorsi. Sebagaimana diketahui, mungkin jauh lebih mudah, misalnya, bagi orang Kristen untuk mengembangkan pemahaman yang cukup akurat mengenai Hinduisme advaitistik daripada mengenai Islam.
...lompat...
PERSPEKTIF YUDEO-KRISTEN
Menurut perspektif Yudeo-Kristen, Islam belum eksis hingga kerasulan dan dakwah Muhammad pada abad ke-7 M. Mula-mula Muhammad digambarkan sebagai anti-Kristus oleh banyak umat Kristen. Tetapi citra Muhammad kemudian mulai digambarkan secara lebih baik di kalangan unsur-unsur pendeta dan sarjana Kristen tertentu. Namun demikian, perspektif Yudeo Kristen pada umumnya masih memahami bahwa Islam dimulai dengan Muhammad, dan Muhammad menciptakan Islam dengan sebagian besar meminjam [konsep dan ajaran] dari Yahudi rabbanik dan Kristen. Dengan memerhatikan peminjaman yang diduga berasal dari agama Kristen, secara tradisional diyakini bahwa [ajaran] Muhammad sebagian besar mengambil dari ajaran-ajaran gereja Timur dan dari pelbagai tulisan apokrif Kristen. Dus, dari perspektif Yudeo-Kristen, Islam dimulai pada abad ke-7 M sebagai penggabungan Yahudi dan Kristen.
Ringkasnya, perspektif Yudeo-Kristen meletakkan rangkaian evolusi berikut mengenai Yahudi, Kristen, dan Islam. Yahudi primitif atau proto-Yahudi bisa ditelusuri jejaknya hingga perjanjian primitif antara Allah dan Nuh. Namun demikian, Yahudi nyatanya memiliki asal muasalnya saat diadakan perjanjian antara Allah dan Ibrahim, sebuah perjanjian yang secara eksklusif diwarisi oleh Ishak, kemudian oleh Yakub, dan kemudian oleh bangsa Israel. Perjanjian tersebut kemudian dirumuskan ulang oleh Musa. Sejak saat itu, Yahudi sebagai agama yangberkembang penuh pun dimulai. Yang terpenting bagi pemeliharaan Yahudi sebagai sebuah praktik keagamaan yang khas adalah kultus kuil, dengan fokusnya pada tindakan pengorbanan di Kuil Sulaiman di Yerusalem. Setelah itu, banyak bangsa Israel yang menyimpang dari ketaatan terhadap perjanjian tersebut, kemudian Allah mengutus para nabi untuk menegaskan kembali perjanjian Musa, tetapi tidak menambah maupun memodifikasinya. Keadaan tersebut terus berubah hingga perjanjian baru dengan Kristus, yang menjadi asal kemunculan agama Kristen. Hampir enam ratus tahun kemudian, Muhammad, yang banyak meminjam dari ajaran Yahudi rabbanik dan dari agama Kristen, menciptakan agama Islam. Ihtisar singkat ini secara grafis diilustrasikan secara lebih rinci dalam Tabel 1 di bawah.
...lompat...
PERSPEKTIF ISLAM
Perspektif Islam meneguhkan evolusi berurutan dari Islam, Yahudi, dan Kristen. Islam dimulai dengan Adam. Ia berkembang sesuai dengan wahyu-wahyu progresif yang diberikan Allah kepada para nabi-Nya. Evolusi Islam ini menemukan titik puncak kesempurnaannya dalam wahyu terakhir Allah yang diberikan kepada Nabi Muhammad.
Sejak semula, di antara keturunan Nabi Yakub, pelbagai distorsi atas pesan dasar Islam dikodifikasikan dan diritualisasikan, yang akhirnya memunculkan agama Yahudi. Nabi-nabi sebelumnya untuk bangsa Israel terus-menerus memberi peringatan kepada bangsa Israel dan orang-orang Yahudi untuk kembali pada Islam, dan untuk meninggalkan penyimpangan-penyimpangan mereka. Di antara nabi-nabi tersebut, yang kenabiannya terbatas untuk bangsa Israel dan umat Yahudi, adalah Isa (Yesus sang Juru Selamat atau Kristus, dan putra Maryam Sang Perawan).
Namun demikian, pesan dan kenabian Isa juga didistorsi, sehingga memunculkan konsep-konsep seperti putra Tuhan, penyaliban, dan konsep Tuhan trinitarian. Distorsi atas pesan Isa ini oleh Paulus Tarsus dan lainnya dikodifikasi sebagai agama Kristen. Ikhtisar singkat ini disuguhkan secara grafis dalam Tabel 2 di bawah.
Kunjungi penerbit : Serambi
Diposkan oleh M. Fuad Hasan (Andi S) di 6:51 PM 11 komentar
Label: mualaf
Sekedar menyebarluaskan berita dari blog Abu Salma :
Di tengah masyarakat kita belakangan ini muncul sebuah VCD yang meresahkan. Di dalam VCD ini ditampilkan ceramah seorang murtad (sebagaimana tampak dari pengakuannya sendiri, entah itu jujur atau tidak) yang bernama Mohamad Ali Makrus Attamimi, dan ia mengaku sebagai seorang ‘habib’ (keturunan Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu). Pengakuannya ini dusta, karena at-Tamimi adalah nisbat kepada Bani Tamim, bukan kepada keturunan Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu yang disebut dengan Alawiyin atau Baalawi.
Selengkapnya, klik di sini.
Diposkan oleh M. Fuad Hasan (Andi S) di 11:10 PM 0 komentar
Label: mualaf
Cuplikan ke-2 dari buku Satanic Finance, A. Riawan Amin, Celestial Publishing, Jakarta, 2007. Perhatikan bacaannya, karena penulis menuturkan dengan menggunakan 'sudut pandang setan'
Siapa yang bisa memaksakan kertas berharga emas ? Siapa yang bisa menulis cek kosong tanpa pernah dikomplain ? Tidak lain adalah The Federal Reserve System atau disingkat Federal Reserve atau lebih pendek lagi The Fed. Bagaimana cek kosong itu bisa dikeluarkan, semuanya biarlah menjadi rahasia kami. Tapi biarlah, sesekali agen kami menuturkan sendiri cara cerdasnya "menipu" manusia-manusia dungu lainnya:
Ketika Anda atau saya menulis selembar cek, harus ada dana yang cukup untuk mendukung cek itu. Tapi ketika The Fed yang menulis cek itu, tidak perlu ada deposit bank yang dipakai untuk mendanai. Sebab, ketika The Fed menulis cek, itu sama saja dengan mencetak uang. (Lihat di www.freedomdomain.com/bankquot.html)
Di bawah payung Federal Reserve Act, 1913, The Fed lah yang berhak menerbitkan dan mencetak dolar. Bukan Departemen Keuangan (U.S. Treasury). Di sinilah letak keanehannya. Sebuah institusi yang memiliki otoritas untuk mencetak uang, tapi bukan dimiliki oleh negara. Sebaliknya, oleh sekelompok pemilik swasta. Inilah keuntungan dan keberhasilan kami para setan yang paling menentukan. Karena kami punya ruang yang longgar untuk memastikan kolega manusia kami bisa melakukan eksploitasi atas sesamanya. Kesempatan untuk memonopoli kepentingan keuangan global, atas nama warga Amerika
Warga Amerika boleh jadi bangga karena mata uang mereka, melalui The Fed, menjadi mata uang internasional yang paling berpengaruh. Namun ada juga anggota kongres yang mencium rencana-rencana jahat kami dengan menyebut The Fed sebagai tukang monopoli. Louis T. McFadden, Chairman of The Committee on Banking and Currency, pada tanggal 10 Juni 1932 mengungkapkannya kepada publik :
Sebagian orang mengira The Fed adalah institusi pemerintah AS. Mereka bukan institusi pemerintah. Mereka hanyalah swasta yang memegang monopoli kredit yang menerkam rakyat Amerika untuk keuntungan diri mereka sendiri dan penipu yang menjadi rekanan mereka.
Laiknya negara besar, AS memiliki banyak negarawan dengan visi jangka panjang. Termasuk negarawan yang memiliki visi bagaimana keuangan semestinya dikelola. Bahkan sebelum The Fed didirikan, beberapa diantaranya mengingatkan bahayanya ketika institusi bank yang menerbitkan uang diserahkan kepada segelintir orang. Mereka bisa bertindak bukan atas nama dan kepentingan negara, tapi bergerak untuk mengeruk profit memenuhi pundi-pundi keuangan mereka sendiri. Presiden Andrew Jackson (1836) dengan tegas mengingatkan : "Jika Kongres memiliki hak (kenyataannya tidak) untuk menerbitkan uang kertas, maka hak itu semestinya diberikan kepada mereka sendiri untuk digunakan oleh (pemerintah) dan bukan untuk didelegasikan kepada individual atau korporasi."
Berbeda dengan presiden AS ke-7 itu, Presiden AS ke-3, Thomas Jefferson, seperti dikutip di awal bagian ini, menyatakan institusi bank bisa jauh lebih berbahaya ketimbang tentara musuh. Karena itu, Jefferson merekomendasikan agar kekuasaan untuk menerbitkan uang dicabut dari bank dan diberikan kepada mereka yang lebih berhak.
Pernyataan itu tidak kami sukai. Dengan mengembalikan penerbitan uang dan kredit kepada mereka yang bisa menggunakannya untuk atas nama negara, maka peluang kami untuk memecah belah, melakukan keonaran dan merekayasa kekacauan keuangan global, bisa ditekan. Namun untunglah peringatan para mantan presiden itu hanya disimpan dalam rak-rak buku museum. Kekuatan manusia-manusia yang menjadi koega kami bisa diandalkan untuk meredamnya. Buktinya, legislasi yang mengukuhkan berlakunya Federal Reserve System bisa disahkan. Meskipun secara tersirat, pengesahan ini lagi-lagi ditentang oleh presiden yang berkuasa saat itu, Woodrow Wilson (1913-1921).
Negara industri besar dikontrol oleh sistem kreditnya. Sistem kredit kita terkonsentrasi hanya pada segelintir orang. Kita sampai pada titik penguasa pecundang, pemerintahan yang paling dikontrol dan dikuasai sedunia. Bukan lagi pemerintahan yang merdeka beropini. Bukan lagi pemerintahan yang menurut keyakinan dan suara dari mayoritasnya, tetapi sebuah pemerintahan dalam opini dan di bawah paksaan kelompok kecil dari manusia-manusia dominan.
Wilson boleh saja menyindir kolega-kolega kami yang jempolan itu. Namun sejarah juga yang membuktikan, penampilan mereka sangat perkasa. Segelintir orang yang menguasai keuangan dunia. Mereka, seperti dikatakan Jefferson, memang lebih berbahaya daripada tentara musuh yang kelihatan. Karena melalui keuangan global, kolonialisme tidak lagi terjadi secara kasat mata. Penjajahan duni tidak lagi perlu meneteskan darah sedikitpun di pihak penjajah. Kolonialisme yang menimbulkan kesengsaraan dan penderitaan cukup diatur oleh beberapa rekan manusia kami dari tempat ang jauh, tanpa berkeringat, tanpa bau mesiu, tanpa gedubrak-gedubruk, cukup dengan dentingan segelas martini.
Diposkan oleh M. Fuad Hasan (Andi S) di 2:13 PM 1 komentar
Label: masuniah