Photobucket
Showing posts with label dapet dari milis. Show all posts
Showing posts with label dapet dari milis. Show all posts

Thursday, March 29, 2007

Situs Sesat Berkedok Islam

Siang ini, di milis Muslim di tempat kerja saya, ada posting yang memperingatkan kita untuk berhati-hati terhadap adanya beberapa situs berkedok Islam yang ternyata menyesatkan.

Mohon agar pesan ini dapat disebarkan kepada seluruh Saudaramu se-iman !!! Jika tidak...maka seluruh Muslim di dunia dapat saja mendapatkan informasi yang salah dan keliru tentang Islam, untuk itu dimohon agar dapat menyebarkan pesan ini segera setelah membacanya. Waspadalah terhadap website di bawah ini :

www.answering-islam.org
www.aboutislam.com
www.thequran.com
www.allahassurance.com

Situs-situs tersebut telah sengaja dibuat oleh kaum Yahudi yang senantiasa gencar menyebarkan yang salah tentang Al-Qur'an, Hadits, dan Islam. Sekali lagi, mohon agar pesan ini dapat disebarkan kepada seluruh saudara Muslim di dunia.

baca selengkapnya...

Sunday, March 11, 2007

Konvensi Iblis dan Setan

Dalam suatu konvensi iblis dan syaitan dikatakan: "Kita tidak dapat melarang kaum muslim ke masjid, kita tidak dapat melarang mereka membaca Al-Qur'an dan mencari kebenaran, bahkan kita tidak dapat melarang mereka mendekatkan diri dengan Tuhan mereka Allah dan Pembawa risalah-Nya Muhammad. Pada saat mereka melakukan hubungan dengan Allah, maka kekuatan kita akan lumpuh."

"Oleh sebab itu, biarkanlah mereka pergi ke Masjid; biarkan mereka tetap melakukan kesukaan mereka, TETAPI CURI WAKTU MEREKA, sehingga Mereka tidak lagi punya waktu untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah".

"Inilah yang akan kita lakukan," kata iblis. "Alihkan perhatian mereka dari usaha meningkatkan kedekatannya kepada Allah dan awasi terus kegiatannya sepanjang hari!".

"Bagaimana kami melakukannya?" tanya para hadirin yaitu iblis dan syaitan.

“Sibukkan mereka dengan hal-hal yang tidak penting dalam kehidupan mereka, dan ciptakan tipudaya untuk menyibukkan fikiran mereka," jawab sang iblis "Rayu mereka agar suka BELANJA, BELANJA, DAN BELANJA, SERTA BERHUTANG, BERHUTANG, DAN BERHUTANG".

"Bujuk para istri untuk bekerja di luar rumah sepanjang hari dan para suami bekerja 6 sampai 7 hari dalam seminggu, 10 - 12 jam seminggu, sehingga mereka merasa bahwa hidup ini sangat kosong. Jangan biarkan mereka menghabiskan waktu bersama anak-anak mereka."

"Jika keluarga mereka mulai tidak harmonis, maka mereka akan merasa bahwa rumah bukanlah tempat mereka melepaskan lelah sepulang dari bekerja. Dorong terus cara berfikir seperti itu sehingga mereka tidak merasa ada ketenangan di rumah."

"Pikat mereka untuk membunyikan radio atau kaset selama mereka berkendaraan. Dorong mereka untuk menyetel TV, VCD, CD dan PC di rumah. Sepanjang hari. Bunyikan musik terus menerus di semua restoran maupun toko2 di dunia ini."

"Hal ini akan mempengaruhi fikiran mereka dan merusak hubungan mereka dengan Allah dan Rasul-Nya" "Penuhi meja-meja rumah mereka dengan majalah-majalah dan tabloid. Cekoki mereka dengan berbagai berita dan gosip selama 24 jam sehari."

"Serang mereka dengan berbagai iklan-iklan di jalanan. Banjiri kotak surat mereka dengan informasi tak berguna, katalog-katalog, undian-undian , tawaran-tawaran dari berbagai macam iklan.”

"Muat gambaran wanita yang cantik itu adalah yang langsing dan berkulit mulus di majalah dan TV, untuk menggiring para suami berfikir bahwa PENAMPILAN itu menjadi unsur terpenting, sehingga membuat para suami tidak tertarik lagi pada istri-istri mereka"

"Buatlah para istri menjadi sangat letih pada malam hari, buatlah mereka sering sakit kepala. Jika para istri tidak memberikan cinta yang diinginkan sang suami, maka akan mulai mencari di luaran. Hal inilah yang akan mempercepat retaknya sebuah keluarga."

"Terbitkan buku-buku cerita untuk mengalihkan kesempatan mereka untuk mengajarkan anak-anak mereka akan makna shalat."

"Sibukkan mereka sehingga tidak lagi punya waktu untuk mengkaji bagaimana Allah menciptakan alam semesta. Arahkan mereka ke tempat-tempat hiburan, fitness, pertandingan-pertandingan, konser musik dan bioskop."

"Buatlah mereka menjadi SIBUK, SIBUK, DAN SIBUK. Perhatikan, jika mereka jumpa dengan orang shaleh, bisikkan gosip-gosip dan percakapan tidak berarti, sehingga percakapan mereka tidak berdampak apa-apa.”

"Isi kehidupan mereka dengan keindahan-keindahan semu yang akan membuat mereka tidak punya waktu untuk mengkaji kebesaran Allah. Dan dengan segera mereka akan merasa bahwa keberhasilan, kebaikan/kesehatan keluarga adalah merupakan hasil usahanya yang kuat (bukan atas izin Allah)." "Pasti berhasil, pasti berhasil, rencana yang bagus."

Iblis dan syaitan kemudian pergi dengan penuh semangat melakukan tugas membuat muslim menjadi lebih sibuk, lebih kalang kabut, dan senang hura-hura. Dan hanya menyisakan sedikit saja waktu buat Allah Sang Pencipta. Tidak lagi punya waktu untuk bersilaturahmi dan saling mengingatkan akan allah dan rasulnya. Sekarang pertanyaan saya adalah, apakah rencana iblis ini akan berhasil ???

ANDALAH YANG MENENTUKAN..

baca selengkapnya...

Saturday, March 10, 2007

Matahari Sebutir Debu

Pernahkah Anda membayangkan ?















Pada waktu benda-benda angkasa ini diperbandingkan















Kita menjadi sadar betapa kecilnya bumi dan kita para penghuninya















Jagat raya yang sangat besar


















Dalam skala ini, bumi kita tidak kelihatan lagi


















Di sini matahari hanya sebesar debu !


Antares adalah bintang ke 15 yang paling terang di angkasa. Jaraknya lebih dari 1000 tahun cahaya dari bumi.

Lalu . . .

siapakah kita?
apakah tujuan hidup kita?
Apa yang membuat hidup kita, manusia, berharga?
Masihkah kita bisa menepuk dada & berkata "inilah aku!"...??

*Posting ini telah beredar dari milis ke milis, dengan 'perawi' paling awal yang masih bisa terlacak adalah ikwan@nsbatam.com.




baca selengkapnya...

Tuesday, January 16, 2007

Kalung Annisa v.2

Tulisan di bawah ini saya ambil dari kisah yang sebetulnya telah lama beredar dari milis ke milis. Saya tidak tahu siapa penulis awalnya, atau dari mana dicuplik cerita ini. Namun endingnya telah sedikit saya edit.


Ini cerita tentang Anisa, seorang gadis kecil yang ceria berusia lima tahun. Pada suatu sore, Anisa menemani Ibunya berbelanja di suatu supermarket. Ketika sedang menunggu giliran membayar, Anisa melihat sebentuk kalung mutiara mungil berwarna putih berkilauan, tergantung dalam sebuah kotak berwarna pink yang sangat cantik. Kalung itu nampak begitu indah, sehingga Anisa sangat ingin memilikinya.

Tapi... Dia tahu, pasti Ibunya akan berkeberatan. Seperti biasanya, sebelum berangkat ke supermarket dia sudah berjanji : Tidak akan meminta apapun selain yang sudah disetujui untuk dibeli. Dan tadi Ibunya sudah menyetujui untuk membelikannya kaos kaki ber-renda yang cantik.

Namun karena kalung itu sangat indah, diberanikannya bertanya : "Ibu,bolehkah Anisa memiliki kalung ini ? Ibu boleh kembalikan kaos kaki yang tadi... " Sang Bunda segera mengambil kotak kalung dari tangan Anisa.Dibaliknya tertera harga Rp 15,000. Dilihatnya mata Anisa yang memandangnya dengan penuh harap dan cemas. Sebenarnya dia bisa saja langsung membelikan kalung itu, namun ia tak mau bersikap tidak konsisten...

"Oke ... Anisa, kamu boleh memiliki kalung ini. Tapi kembalikan kaos kaki yang kau pilih tadi. Dan karena harga kalung ini lebih mahal dari kaos kaki itu, Ibu akan potong uang tabunganmu untuk minggu depan. Setuju ?" Anisa mengangguk lega, dan segera berlari riang mengembalikan kaos kaki ke raknya."Terimakasih..., Ibu"

Anisa sangat menyukai dan menyayangi kalung mutiaranya. Menurutnya, kalungitu membuatnya nampak cantik dan dewasa. Dia merasa secantik Ibunya. Kalung itu tak pernah lepas dari lehernya, bahkan ketika tidur. Kalung itu hanya dilepasnya jika dia mandi atau berenang. Sebab, kata ibunya, jika basah, kalung itu akan rusak, dan membuat lehernya menjadi hijau...

Setiap malam sebelum tidur, Ayah Anisa akan membacakan cerita pengantar tidur. Pada suatu malam, ketika selesai membacakan sebuah cerita, Ayah bertanya "Anisa..., Anisa sayang ngga sama Ayah ?""Tentu dong... Ayah pasti tahu kalau Anisa sayang Ayah !""Kalau begitu, berikan kepada Ayah kalung mutiaramu...""Yah..., jangan dong Ayah ! Ayah boleh ambil "si Ratu" boneka kuda dari nenek... ! Itu kesayanganku juga""Ya sudahlah sayang,... ngga apa-apa !". Ayah mencium pipi Anisa sebelum keluar dari kamar Anisa.

Kira-kira seminggu berikutnya, setelah selesai membacakan cerita, Ayah bertanya lagi, "Anisa..., Anisa sayang nggak sih, sama Ayah ?" "Ayah, Ayah tahu bukan kalau Anisa sayang sekali pada Ayah ?". "Kalau begitu, berikan pada Ayah kalung mutiaramu." "Jangan Ayah... Tapi kalau Ayah mau, Ayah boleh ambil boneka Barbie ini.. " Kata Anisa seraya menyerahkan boneka Barbie yang selalu menemaninya bermain.

Beberapa malam kemudian, ketika Ayah masuk kekamarnya, Anisa sedang duduk di atas tempat tidurnya. Ketika didekati, Anisa rupanya sedang menangis diam-diam. Kedua tangannya tergenggam di atas pangkuan.Dari matanya,mengalir bulir-bulir air mata membasahi pipinya..."Ada apa Anisa, kenapa Anisa ?"

Tanpa berucap sepatah pun, Anisa membuka tangan-nya. Di dalamnya melingkar cantik kalung mutiara kesayangannya " Kalau Ayah mau...ambillah kalung Anisa"

Ayah tersenyum mengerti, diambilnya kalung itu dari tangan mungil Anisa.Kalung itu dimasukkan ke dalam kantong celana. Dan dari kantong yang satunya, dikeluarkan sebentuk kalung mutiara putih... samacantiknya dengan kalung yang sangat disayangi Anisa..."Anisa... ini untuk Anisa. Sama bukan ? Memang begitu nampaknya,tapi kalung ini tidak akan membuat lehermu menjadi hijau"

Ya..., ternyata Ayah memberikan kalung mutiara asli untukmenggantikan kalung mutiara imitasi Anisa.

Demikian pula halnya dengan Allah S.W.T. Dia meminta ketulusan dan totalitas kita dalam mencintai-Nya. Dia tidak mau diduakan dengan hal lain. Kita kadang berucap "Laa ilaaha ilallah", namun masih tetap melakukan sesuatu demi hal lain selain Allah, seperti uang, jabatan, kehormatan, dll.

Apabila kita ikhlas hanya mencintai Allah dan meninggalkan yang lain, maka Allah akan mencukupi kebutuhan dan keinginan kita. Atau bahkan menggantikan hal-hal yang kita korbankan demi mencintai-Nya itu dengan yang lebih baik. Namun, kadang-kadang kita seperti atau bahkan lebih naif dari Anisa.

Itulah perlunya sikap ikhlas. Sebagaimana Nabi Ibrahim juga ikhlas mengorbankan anaknya. Padahal sebelumnya beliau telah mendambakan kehadiran seorang anak selama berpuluh-puluh tahun. Namun akhirnya, setelah mendapatkan permata hati satu-satunya yang amat dicintainya, harus direlakan untuk dikorbankan demi penghambaannya kepada Allah. Karena Nabi Ibrahim ikhlas, maka sembelihan diganti dengan domba, dan dikembalikannya Ismail ke pelukannya.

Wallahu a'lam

baca selengkapnya...